Puasa Masih Sebulan, Harga Kebutuhan Pokok Naik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membeli pakaian bekas yang dijual mulai harga 1.000 hingga 20.000 rupiah dalam Pasar Murah Ramadan di Balai Kartini, Malang, Jawa Timur, 16 Juli 2014. Pasar ini membantu warga kurang mampu membeli kebutuhan pokok Ramadhan dan jelang Lebaran. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Warga membeli pakaian bekas yang dijual mulai harga 1.000 hingga 20.000 rupiah dalam Pasar Murah Ramadan di Balai Kartini, Malang, Jawa Timur, 16 Juli 2014. Pasar ini membantu warga kurang mampu membeli kebutuhan pokok Ramadhan dan jelang Lebaran. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO , Bojonegoro: Meski puasa masih satu bulan lagi, harga-harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bojonegoro memprediksi kenaikan kebutuhan pokok selama Ramadan sekitar 10 persen.

    Menurut Martono,49 tahun, pedagang kebutuhan pokok di Pasar Besar Kota Bojonegoro, kenaikan harga untuk kebutuhan pokok, dimulai dari telur. Selanjutnya, diikuti oleh barang-barang lain. Seperti beras, baik itu jenis rojolele, ciheirang, juga C-4. “Ya, mulai naik tiga hari lalu,” ujar Martono pada Tempo di los dagangannya di Pasar Besar Kota Bojonegoro, Jumat 15 Mei 2015.

    Di beberapa pasar tradisional di Kota Bojonegoro, seperti Pasar Banjarejo dan Pasar Besar Kota, kebutuhan pokok mulai naik sejak tiga hari terakhir ini. Misalnya, beras kelas premium seperti C-4, dari Rp 7.600 perkilogram kini naik Rp 8.000 per kilogramnya.

    Kemudian telur ayam horn dari harga Rp 17.000 perkilogramnya naik menjadi Rp 19.000 per kilogramnya. Begitu juga dengan minyak goring curah dari semula Rp 10.000 per liternya naik menjadi Rp 11.500 perliternya. Sedangkan gula pasir dari Rp 10.000 per kilogramnya naik menjadi Rp 11.000 per liternya.

    Martono khawatir, memasuki Ramadan nanti, harga-harga lain, seperti daging sapi, juga daging ayam serta kebutuhan dapur juga naik. Seperti cabe rawit, bawang merah dan bawang putih, merica dan sejenisnya.

    Martono berharap, selama Ramadan ini, Pemerintah Bojonegoro turun tangan menstabilkan harga kebutuhan pokok. “Kita pedagang jadi enggak enak jika harga mahal,” kata Martono, yang tinggal di Kelurahan Ledok Kulon, Bojonegoro ini.

    Kepala Seksi Usaha dan Swadaya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Bojonegoro Didik Hari Supriyadi mengatakan, kenaikan kebutuhan pokok, kemungkinan karena adanya permintaan tinggi. Seperti, adanya permintaan gula pasir, minyak goreng dan juga telur. Bisa jadi tingginya permintaan barang jenis ini karena mendekati bulan puasa. ”Ya, memang naik,” ujar Didik pada Tempo Jumat 15 Mei 2015. Dia memprediksi, kenaikan harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadan ini dikisaran 7 hingga 10 persen.

    Makanya, kata Didik, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bojonegoro berupaya untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok di lapangan. Seperti misalnya digelar pasar murah awal puasa, pertengahan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Lokasinya akan merata, yaitu di 28 kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Minta Lion Air dan Citilink Turunkan Harga Tiket LCC

    Pemerintah telah memerintahkan dua maskapai penerbangan domestik, Lion Air dan Citilink, untuk menurunkan harga tiket pesawat berbiaya murah.