Calon Istri Anggota Tentara Harus Tes Perawan, Ini Kata TNI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua pasukan wanita Satgas TNI Kontingen Garuda (KONGA) United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) mengikuti acara pelepasan di Markas Besar (Mabes) TNI Cilangkap, Jakarta Timur, 10 Desember 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Dua pasukan wanita Satgas TNI Kontingen Garuda (KONGA) United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) mengikuti acara pelepasan di Markas Besar (Mabes) TNI Cilangkap, Jakarta Timur, 10 Desember 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta -  Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Fuad Basya membantah kabar bahwa lembaganya mewajibkan tes keperawanan kepada calon istri prajurit TNI. "Anggota TNI banyak juga yang menikah dengan janda, masak, dites keperawanannya?" kata Fuad saat dihubungi Tempo, Kamis, 14 Mei 2015. (Baca: Cerita Miris Prajurit Wanita TNI Saat Tes Keperawanan)

    Fuad menjelaskan, memang ada persyaratan bagi anggota TNI yang hendak menikah. Syarat tersebut antara lain pencantuman riwayat hidup calon istri serta latar belakang keluarganya. Kemudian calon istri prajurit harus menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan tidak ada penyakit ayan atau gangguan mental. "Harus ada keterangan dokter bahwa dia sehat, tapi tidak ada tes keperawanan."

    Bila syarat tersebut sudah dipenuhi, si prajurit yang hendak menikah harus membawa calon istrinya menghadap komandannya. Komandan sang prajurit bertugas memberikan nasihat dan meneliti kelengkapan persyaratan. Setelah itu, barulah surat izin menikah ditandatangani. (Baca: TNI Tak Akan Hapus Tes Keperawanan)

    Lembaga pembela hak asasi manusia Human Rights Watch mengkritik TNI yang memberlakukan tes keperawanan bagi perempuan calon prajurit serta calon istri anggota TNI. Istri anggota TNI yang diwawancara HRW mengaku diminta mengikuti tes keperawanan karena tes itu dapat berperan menjaga keharmonisan rumah tangga militer, lantaran sang suami bakal kerap bepergian hingga berbulan-bulan.

    Menurut Fuad, tes keperawanan hanya diberlakukan bagi perempuan calon prajurit untuk meneliti kesehatan mental. Bila seorang calon prajurit terbukti tidak perawan karena perilaku hubungan seksual sembarangan, Fuad mengatakan, berarti mental perempuan tersebut tidak baik, sehingga tidak bisa diterima sebagai tentara. (Baca: Tes Keperawanan Tentara Perempuan Diklaim Tes Mental)

    Tes keperawanan untuk perempuan telah dilakukan TNI selama puluhan tahun. Fuad menyebutkan salah satu syarat masuk seluruh angkatan di TNI yakni tes keperawanan, yang menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan. (Baca pula: Tes Keperawanan Tentara Perempuan Didesak untuk Dihapus)

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.