Mengenal Satbravo-90, Pasukan Elite TNI AU yang Sukses Jemput WNI di Afganistan

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah WNI yang dievakuasi dari Afghanistan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu dini hari, 21 Agustus 2021. Dari 26 orang yang diselamatkan termasuk di antaranya staff KBRI di Kabul, serta 5 WN Filipina dan 2 WN Afghanistan, yang merupakan suami dari WNI dan staff lokal KBRI. ANTARA/Galih Pradipta

    Sejumlah WNI yang dievakuasi dari Afghanistan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu dini hari, 21 Agustus 2021. Dari 26 orang yang diselamatkan termasuk di antaranya staff KBRI di Kabul, serta 5 WN Filipina dan 2 WN Afghanistan, yang merupakan suami dari WNI dan staff lokal KBRI. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan tugas evakuasi yang dibentuk pemerintah berhasil memulangkan para warga negara Indonesia (WNI) dari Afganistan pada Sabtu, 21 Agustus kemarin. Evakuasi ini menggunakan pesawat Boeing 737-400 Skadron Udara 17 dengan call sign "Kencana Zero Four".

    Pemulangan WNI ini bukannya tanpa rintangan. Bandara Hamid Karzai, Kabul, Afganistan berada di wilayah yang dikelilingi oleh pegunungan dan banyak fasilitas navigasi serta kontrol dari bandara yang tidak berfungsi.

      

    Mengutip dari keterangan Dinas Penerangan TNI AU, Proses evakuasi dari Afghanistan melibatkan 25 personel TNI AU yang enam di antaranya adalah anggota pasukan elite Satbravo-90 Paskhas. Selama ini Satbravo-90 dikenal sebagai pasukan khusus antiteror milik TNI AU.

    Satuan Bravo 90 atau Satbravo-90 merupakan satuan pelaksana operasi khusus Korps Pasukan Khas (Paskhas). Mengutip dari laman resmi Paskhas, satuan ini biasa bertugas dalam operasi intelijen dan sabotase musuh untuk mendukung operasi udara dan penindakan teror bajak udara.

    Satbravo-90 terbilang masih muda karena baru dibentuk pada 1990 saat Marsekal Pertama Maman Suparman menjabat sebagai Komandan Puspaskhas.

    Mengutip Bisnis.com, konsep yang mendasari pembentukan pasukan ini adalah pemikiran Jenderal Guilio Douchet yang mencetuskan bahwa akan lebih mudah dan efektif menghancurkan kekuatan udara lawan dengan cara menyabotase pangkalan serta alutsista-nya di darat daripada harus bertempur di udara. Pasukan ini memiliki motto Catya Wihikan Awacyama Kapala yang artinya Setia, Terampil, Berhasil.

    Satbravo-90 juga tergabung dalam Pusat Pengendalian Krisis (Pusdalsis) BNPT bersama dengan Densus 81 TNI AD, Denjaka, dan Resimen 1 Gegana Korps Brimob Polri. Pasukan-pasukan ini ditugaskan sebagai pasukan untuk menangani teror dan bersiaga untuk dikirim bila terjadi aktivitas terorisme.

    EIBEN HEIZIER

    Baca juga:

    TNI AU Cerita Ketegangan Evakuasi 26 WNI dari Afghanistan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.