Alasan Megawati Anak-emaskan Risma

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Megawati Soekarno Putri berjalan bersama Walikota Surabaya Tri Rismaharini Rismaharini dan Gubernur DKI Joko Widodo di Gedung VIP Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, (1/3). Kedatangan Megawati untuk meredakan hubungan panas antara Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Wakil Walikota yang juga kader PDI Perjuangan, Wisnu Sakti Buana. TEMPO/Fully Syafi

    Megawati Soekarno Putri berjalan bersama Walikota Surabaya Tri Rismaharini Rismaharini dan Gubernur DKI Joko Widodo di Gedung VIP Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, (1/3). Kedatangan Megawati untuk meredakan hubungan panas antara Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Wakil Walikota yang juga kader PDI Perjuangan, Wisnu Sakti Buana. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO , Surabaya: Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengatakan ada lima kader partainya yang menjadi kepala daerah incumbent, dan mendapatkan perlakuan khusus dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri. Perlakuan khusus itu berupa pemanggilan kelimanya ke Jakarta dan tidak perlu mengikuti fit and proper test yang diselenggarakan DPD PDI Jawa Timur. Satu di antaranya adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

    Alasan Megawati memberikan jalur khusus atau keistimewaan itu karena selama ini Risma dianggap mampu mempresentasikan kinerja pemimpin sesuai dengan partainya, meskipun masih ada yang harus dievaluasi. "Namun, secara keseluruhan dari segala aspek kepemimpinan, dia dinilai mampu menjabarkan dasa prasetya,” kata Hasto kepada wartawan, Sabtu, 9 Mei 2015.

    Selain Risma, kepala daerah yang mendapat perlakuan istimewa adalah Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar, Wali Kota Ngawi Budi Sulistyono, dan Bupati Kediri Haryanti.

    Menurut Hasto, sesuai mekanisme penjaringan dan penyaringan calon kepala daerah nomor 31 A, kepala daerah yang mampu melaksanakan tugas kerakyatan, dan melaksanakan garis-garis dasa prasetya partai, dalam penyelenggaraan pemerintahan, maka mendapat kesempatan untuk menjabat kembali sebagai kepala daerah.

    “Jadi, saya sudah menghubungi Azwar Anas Bupati Banyuwangi dan Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya, supaya tidak datang mengikuti Fit and Proper Test yang diselenggarakan di DPD PDIP hari ini,” kata Hasto.

    Kelimanya, kata Hasto, akan disaring langsung dan akan diputuskan langsung oleh Megawati di Jakarta dalam waktu dekat.

    Hasto menambahkan, satu kali masa kepemimpinan atau lima tahun masa jabatan terlalu pendek untuk melakukan perubahan di daerahnya masing-masing. Belum lagi, apabila ingin mengubah revolusi mental masyarakat. Karena itu, maka butuh waktu dan upaya untuk menjadikan manusia yang benar-benar menjadi agen pembangunan. “Ini adalah prinsip yang terus dikedepankan PDIP kepada kadernya,” kata Hasto.

    Harapannya, kata Hasto, daerah yang dipimpin kelimanya, mampu menoreh kemenangan saat pilkada serentak di Jawa Timur pada 9 Desember 2015 mendatang.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.