JK: Penyelundup Kaka Tua Jambul Harus Dihukum Berat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mata dari kakatua jambul kuning yang berada di dalam botol air mineral kosong setelah berhasil diamankan dari perdagangan satwa liar ilegal di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, 4 Mei 2015. Sebanyak 24 Kakaktua jambul kuing dimasukkan ke dalam botol mineral kosong. Suryanto/Anadolu Agency/Getty Images

    Mata dari kakatua jambul kuning yang berada di dalam botol air mineral kosong setelah berhasil diamankan dari perdagangan satwa liar ilegal di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, 4 Mei 2015. Sebanyak 24 Kakaktua jambul kuing dimasukkan ke dalam botol mineral kosong. Suryanto/Anadolu Agency/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta penyelundup burung Kakatua Jambul Kuning di Surabaya harus dihukum seberat-beratnya. Menurut dia, karena burung itu spesiesnya sudah hampir punah.

    "Itu harus dilindungi, harusnya itu bisa dicegah," kata Kalla, di kantornya, Rabu, 6 Mei 2015. "Tentu itu pelanggaran dan harus dihukum."

    Kalla meminta otoritas keamanan di setiap bandara, pelabuhan dan terminal selalu mengecek setiap bawaan yang dinilai mencurigakan. Dia juga berpesan otoritas keamanan, seperti Bea dan Cukai, Imigrasi, tak bermain mata terkait penyelendupuan hewan dilindungi itu.

    Sebelumnya, lebih dari 24 Kakatua kritis terancam punah diselamatkan polisi setelah ditemukan dalam botol air mineral yang diperjual belikan secara ilegal.

    Kepala Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Perak Ajun Komisaris Besar Arnapi mengatakan, pihaknya menyelidiki dengan cara mencari rekaman kamera closed-circuit television (CCTV) di atas kapal yang mengangkut penumpang dan satwa selundupan itu. Sejauh ini polisi baru menetapkan satu tersangka yakni MY, 38 tahun, yang diketahui membawa burung-burung langka dalam botol itu di atas KM Tidar yang berlayar dari Papua-Makassar-Surabaya-Jakarta itu.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.