Longsor Pengalengan, 10 Korban Dirawat di RS Al Ikhsan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat sebuah alat berat mengeruk tanah untuk mencari korban longsor di Kampung Cimerak, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireungas, Sukabumi, Jawa Barat, 29 Maret 2015. TEMPO/Deden Abdul Aziz

    Warga melihat sebuah alat berat mengeruk tanah untuk mencari korban longsor di Kampung Cimerak, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireungas, Sukabumi, Jawa Barat, 29 Maret 2015. TEMPO/Deden Abdul Aziz

    TEMPO.CO, Bandung - Sebanyak 10 warga Kampung Cibitung, Kecamatan Pengalengan Kabupaten Bandung, dirawat di Rumah Sakit Al Ikhsan, Bandung. Mereka merupakan korban bencana longsor yang melanda wilayah ini pada Selasa siang, 5 Mei 2015.

    Eulis Aisah, 49 tahun, menuturkan, ibunya bernama Dati termasuk salah satu korban yang dirawat di rumah sakit tersebut. Perempuan berusia 68 tahun ini terguncang hingga terserang stroke, saat mengetahui terjadi bencana longsor di kampung mereka.  

    "Gunung di sekitar itu sudah retak karena adanya pipa gas, pas longsor pipanya jatuh terus meledak sangat keras. Ibu saya sakit jantung dan kambuh. Sekarang malah dinyatakan stroke," kata Eulis saat ditemui di Rumah Sakit Al Ikhsan, Bandung, Selasa, 5 Mei 2015.

    Korban yang dilarikan ke rumah sakit Al Ikhsan terdiri dari 3 orang luka berat dan 7 lainnya luka ringan. Saat bencana terjadi, korban luka berat sedang berada di luar rumah.

    "Korban tujuh orang yang luka ringan bisa di pulangkan hari ini juga, tapi tiga korban luka berat akan menjalani rawat inap," kata Agus Muharam, dokter yang menangani para korban. Korban luka berat mulai dari patah tulang, hingga robek di bagian perut dan kaki. Para korban mulai berdatangan pukul 16.30 dan terakhir pada pukul 19.40.

    Tiga korban luka berat adalah Lukman (45) patah di bagian tulang iga, Dati (68) stroke dan Rukanda (36) mengalami patah tulang iga. Menurut Eulis, pihaknya sudah mendapat bantuan dari PT Geothermal Star Energy. "Biaya pengobatan semua ditanggung perusahaan," katanya.

    Bencana longsor terjadi pada Selasa siang, 5 Mei 2015. Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Barat, Komisaris Besar Sulistio Pudjo, menyatakan bencana ini menyebabkan satu korban tewas bernama Iran Sobarna, tujuh luka berat dan ringan, serta belasan lainnya hilang. “Diperkirakan masih ada 13 warga yang tertimbun,” ujar Pudjo dalam keterangan tertulisnya kepada Tempo, Selasa, 5 Mei 2015.

    Longsor terjadi akibat meledaknya pipa PT Geothermal Star Energy. “Pipa yang berisi gas bumi itu pecah, sehingga menyebabkan tanah longsor,” kata dia. Longsoran tanah menimpa rumah dan penduduk yang sedang bekerja di perkebunan.

    Saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung dan kepolisian serta TNI sedang mengevakuasi korban. “Eskavator sebanyak satu unit sudah datang membantu penggalian tanah yang longsor,” ujar Pudjo.

    DWI RENJANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.