72 Persen Anak Usia Dini Tak Terlayani Pendidikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Malang:Sebanyak 72 persen atau 7,2 juta dari 28 juta anak usia dini (0-6 tahun) belum terlayani oleh pendidikan, baik secara formal maupun non-formal. Penyebabnya karena masih kurangnya sarana dan prasarana pendidikan khusus untuk usia dini. "Tempat belajar yang disediakan pemerintah masih minim karena terbatasnya anggaran," kata Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo pada acara Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se Jawa Timur, di Malang, Selasa (30/8). Direktorat Jendral Pendidikan Luar Sekolah (PLS), lanjutnya, telah ditunjuk untuk mengurangi jumlah anak yang tak terlayani pendidikan. Dirjen PLS telah bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, seperti PKK, Aisyiah, Muslimat NU, Fatayat NU, IPPNU untuk menggelar pendidikan usia dini. Tentang PAUD, Bambang memperkirakan akan berdampak positif pada peningkatan kualitas pendidikan. Selain itu juga berpengaruh pada kenaikan angka indeks pembangunan masyarakat Indonesia. Namun ia mengingatkan agar PAUD jangan dititikberatkan pada pembelajaran, tetapi pada permainan. Dirjen PLS, Atje Suryadi mengatakan saat ini di Indonesia ada sekitar 6450 lembaga PAUD. Dari jumlah itu, sekitar 40 persen atau 2640 buah berada di Jatim. Dengan banyaknya lembaga PAUD ini, Jawa Timur bisa dikatakan sebagai provinsi yang berhasil mendorong masyarakat peduli terhadap pendidikan usia dini. Bibin Bintariadi

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.