Penilaian Ulang WHO, Badan POM Tunggu Kesiapan Bio Farma

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) menunggu kesiapan PT. Bio Farma untuk penilaian ulang (reassessment) oleh organisasi kesehatan dunia, WHO. "Kalau Bio Farma menyatakan siap, ya Kami surati WHO," kata Sampurno, Kepala Badan POM, kepada Tempo. Menurut dia, rencana penilaian ulang yang dijadwalkan akhir Juli atau awal Agustus ini mundur karena sebelum Bio Farma dinilai oleh WHO, Badan POM terlebih dahulu menjalani proses ini. Penilaian, berjalan sekitar empat hari belakangan ini. Hasilnya, "Nilai Badan POM mendekati 96 dari 100. Badan POM Indonesia sudah setara dengan Jepang," kata Sampurno. Proses penilaian dilakukan oleh auditor dari WHO sekitar 2-3 tahun sekali. Untuk tahun lalu, Badan POM meraih nilai 94.Bio Farma sebagai salah satu pemasok vaksin polio untuk UNICEF dikeluarkan dari daftar (delisting) prakualifikasi tender pengadaan vaksin awal Januari lalu. Sebab ada persyaratan baru yang tidak diketahui Bio Farma sehingga tidak dipenuhi produsen vaksin satu-satunya di Indonesia itu.Persyaratan baru yang ditetapkan WHO adalah pencatatan administrasi Quality Assurance (QA) hingga komitmen jajaran direksi untuk menjamin keamanan vaksin. Karena itu, Bio Farma dikeluarkan dari daftar. Akibatnya, Bio Farma merugi 35 % dari omzetnya tiap tahun. Omzet Bio Farma sendiri hanya Rp 550 miliar per tahun.Pemerintah melalui Departemen Kesehatan tidak tinggal diam. Melalui lobi Duta Besar Indonesia untuk Swiss, Bio Farma dinyatakan akan kembali dinilai oleh WHO. Ami Afriatni

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.