Mantan GAM Bantah Terlibat Penembakan Intel Kodim Aceh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI menggotong jenazah dua rekannya usai dievakuasi dari kawasan Desa Alue Papeun Aceh utara saat tiba di Rumah Sakit Kesrem, Lhokseumawe, Provinsi Aceh, 24 Maret 2015. Personil unit Intel Kodim 0103 Aceh Utara yakni Sertu Indra dan Serda Hendri ditemukan tewas pasca diculik oleh belasan pria bersenjata api AK-47 dan M16. ANTARA FOTO

    Prajurit TNI menggotong jenazah dua rekannya usai dievakuasi dari kawasan Desa Alue Papeun Aceh utara saat tiba di Rumah Sakit Kesrem, Lhokseumawe, Provinsi Aceh, 24 Maret 2015. Personil unit Intel Kodim 0103 Aceh Utara yakni Sertu Indra dan Serda Hendri ditemukan tewas pasca diculik oleh belasan pria bersenjata api AK-47 dan M16. ANTARA FOTO

    TEMPO.COLhokseumawe - Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf menyatakan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tidak terlibat dalam penculikan dan pembunuhan anggota Kodim 0103 Aceh Utara.

    Hal ini dia sampaikan saat peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Munawwarah di Desa Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Rabu, 25 Maret 2015.

    "Kami sangat menyesali meninggalnya dua anggota TNI. Semoga keluarga tabah dengan cobaan ini," ujar Muzakkir yang juga Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), organisasi mantan kombatan GAM.

    Muzakkir menyatakan kekesalannya terhadap orang yang telah melakukan tindak kriminal untuk memperkeruh keadaan Aceh. "Kami berharap mereka yang sudah telanjur terlibat dalam  tindakan kriminal untuk segera berhenti dan kembali kepada keluarga supaya dapat membantu pembangunan Aceh," katanya.

    "Anggota KPA tidak terlibat. Bahkan anggota KPA/GAM sendiri yang kena imbas kriminalitas," kata Muzakkir.

    Menurut Muzakkir, pelaku kriminal yang beroperasi di Aceh Utara adalah kelompok yang didengarnya di Aceh Timur. Muzakkir juga tidak menampik dugaan bahwa ada pihak tertentu dari pusat yang ingin kedamaian Aceh terusik.

    Pada Minggu, 22 Maret 2015, pukul 19.30 WIB, tujuh pria bersenjata menculik Mahmudsyah alias Ayahmud, pemimpin KPA dan anggota Partai Aceh di Aceh Utara. Hingga kini, dia belum diketahui kabarnya.

    Sehari kemudian, Senin, 23 Maret 2015, berjarak 60 kilometer, penculikan kembali terjadi. Kali ini menimpa dua anggota intel Kodim 0103 Aceh Utara bernama Sersan Dua Hendrianto dan Sersan Satu Indra Irawan. Mereka disergap belasan pria bersenjata pukul 16.00 di Dusun Alue Mbang, Desa Alue Papeun, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara.

    Keduanya baru saja bertamu ke Rumah Mukim, struktur di bawah kecamatan di Aceh. Kedatangan mereka ke sana untuk mengumpulkan informasi terkait dengan aktivitas satu kelompok sipil bersenjata pimpinan Din Minimi, yang pernah unjuk senjata dan melakukan konferensi pers pada Oktober 2014 di Aceh Timur.

    Kelompok bersenjata tersebut menyatakan ingin memperjuangkan keadilan dari pemerintah Aceh. Pemerintah Aceh dianggap belum mampu membawa kesejahteraan bagi korban konflik dan janda serta anak yatim akibat konflik.

    Selasa, 24 Maret 2015, kedua anggota intel Kodim tersebut ditemukan dalam kondisi penuh luka tembak dan terikat. Mereka kemudian dibawa ke Rumah Sakit TNI AD di Lhokseumawe.

    IMRAN M.A.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.