Sembilan Tahun Peristiwa 27 Juli Diperingati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Hari ini 9 tahun peristiwa penyerbuan Kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia, Jln. Diponegoro, Jakarta Pusat. Ratusan massa sejak semalam telah berkumpul di Tugu Proklamasi, Jakarta, mengadakan malam renungan. Rencananya pagi ini akan melakukan long march di Jalan-jalan utama Kota Jakarta.Peristiwa 27 Juli dimulai karena PDI yang dipimpin oleh Megawati Sukarno Putri tak disukai oleh pemerintah waktu itu, Presiden Suharto. Pemerintah membentuk Ketua PDI lain pimpinan Soerjadi. Karena saat itu Megawati sudah berkantor di kantor Partai Jln. Diponegoro, dan tempat itu dijadikan panggung politik oleh para pendukungnya, membuat pemerintah gerah.Menurut berita acara pemeriksaan polisi, pukul 05.00 pagi massa dikumpulkan di kawasan Sudirman Centre Distrik Bisnis (SCBD), di bawah kantor Gedung Artha Graha. Sutiyoso, waktu itu Panglima Daerah Militer Jayakarta, menurut BAP polisi, tampak menyuruh massa menaiki truk yang sudah dipersiapkan. Lalu massa yang kebanyakan berbadan tegap diberikan kaos partai berwarna merah.Sabtu pagi, 27 Juli 1996 itulah massa di Kantor Partai itu diserbu dengan brutal. Di luar para penyerbu dibantu oleh polisi. Beberapa orang dikabarkan tewas, sejumlah orang hilang, ratusan orang luka-luka, dan ratusan pendukung Megawati ditangkapi dan ditahan. sayangnya, saat Megawati menjadi Presiden, para pejabat yang membekingi kerusuhan itu tak pernah tersentuh oleh tangan-tangan hukum. Bahkan PDI Perjuangan di bawah Megawati mendukung kembali Sutiyoso menjadi Gubernur DKI untuk kedua kalinya. Ironis.Kapolda Metrojaya, Inspektur Jenderal Firman Gani minta, peringatan 27 Juli, berlangsung dengan tertib dan aman. Menurutnya pelaksanaan pengamanan dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Pusat dan dibantu dua kompi dari Polda Metrojaya. "Kami mem-back up dengan 200 personil,"katanya.Ahmad Taufik

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara