Tiga Perubahan Ujian Nasional Ala Menteri Anies  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa merayakan kelulusan Ujian Nasional (UN) dengan melakukan corat-coret seragam di sekitar sekolah mereka, Yogyakarta, (20/5/2014). Sebanyak 13 siswa dari total 44.952 peserta Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA di DIY dinyatakan tidak lulus. TEMPO/Suryo Wibowo

    Sejumlah siswa merayakan kelulusan Ujian Nasional (UN) dengan melakukan corat-coret seragam di sekitar sekolah mereka, Yogyakarta, (20/5/2014). Sebanyak 13 siswa dari total 44.952 peserta Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA di DIY dinyatakan tidak lulus. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO , Jakarta:Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengubah sistem ujian nasional yang selama ini berjalan. Ada tiga perubahan yang direncanakan Anies. (Baca:1001 Masalah Membelit Kementerian Pendidikan)

    Pertama, ujian nasional tidak akan menjadi penentu kelulusan seorang siswa. "Kelulusan akan sepenuhnya ditentukan oleh sekolah," kata Anies di Gedung Ki Hajar Dewantara Kemendikbud, Jumat, 23 Januari 2015. (Baca:Anies: UN Bukan Lagi Penentu Kelulusan Siswa)

    Menurut Anies, sekolah akan menentukan kelulusan dengan mempertimbangkan tidak hanya beberapa mata pelajaran tapi juga seluruh aspek, termasuk perilaku siswa. Ujian nasional, Anies melanjutkan, hanya akan menjadi satu dari beberapa indikator kelulusan. (Baca:Laporan ke Ombudsman, Pungli Pendidikan Terbanyak)

    Kedua, Anies memutuskan siswa dapat menempuh ujian nasional beberapa kali. Jika hasil ujian pertama belum mencapai standar, siswa akan diberi kesempatan mengikuti ujian ulang. "Siswa bisa belajar kembali untuk memperbaiki pencapaiannya di ujian berikutnya," ujar Anies.

    Ujian nasional ulang ini baru bisa dilakukan mulai tahun ajaran 2016. Bagi siswa yang tidak lulus ujian nasional tahun ini, ujian ulang akan dilakukan pada awal 2016.

    Ketiga, setiap siswa wajib mengambil ujian nasional minimal satu kali. Mulai tahun depan, pelaksanaan ujian nasional akan dipercepat pada awal semester sehingga siswa punya waktu untuk opsi perbaikan. (Baca:Menteri Anies: Banyak Pungli di Sekolah di Daerah )

    Perubahan ini, kata Anies, dilakukan untuk mengubah ujian nasional dari tolok ukur kelulusan nenjadi tolok ukur pemerataan pendidikan. Anies juga akan meningkatkan kualitas soal dengan menambah soal-soal yang kontekstual dan disertai dengan survei. "Survei atau kuesioner perlu untuk mengidentifikasi faktor pengaruh saat mengerjakan soal dengan capaian siswa," ujar dia.

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA


    Baca juga:

    Penghancuran KPK ,Tiga Indikasi PDIP Mega Bermain

    Jokowi Kalah Tegas dari Ketua RT dan Lupa Janji

    Setelah Bambang KPK, Giliran Adnan Pandu Diincar

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.