Polisi Usut Penembakan Aktivis di Bangkalan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Machfoed Gembong

    TEMPO/ Machfoed Gembong

    TEMPO.CO, Bangkalan - Wakil Kepala Kepolisian Resor Bangkalan Komisaris Yanuar Herlambang membenarkan kasus penembakan terhadap aktivis antikorupsi, Mathur Husairi. Polisi, kata dia, akan mengusut tuntas dan mengungkap siapa pelakunya. "Kami sudah terjunkan tim untuk mengusut kasus ini," katanya, Selasa, 20 Januari 2015.

    Polisi juga telah memasang police line di lokasi penembakan, yaitu Desa Senninan, Kecamatan Kota Bangkalan. "Mobil korban sudah kami amankan di Polres untuk diperiksa," ujarnya. (Baca berita lainnya: Persoalkan Raskin, Aktivis di Bangkalan Dibacok.)

    Penembakan terhadap Mathur Husairi terjadi Selasa dinihari saat dia hendak membuka pagar rumahnya. Malam itu, Mathur baru pulang dari pertemuan dengan tokoh masyarakat. Saat itulah, dua orang yang mengendarai sepeda motor mendekat dan melepaskan tembakan ke bagian perut korban.

    Sesaat sebelum ditembak, Mathur sempat menuliskan status di BlackBerry Messenger berbunyi, "Ampuuun, melakukan kejahatan kok bangga!" Status ini diunggah pukul 12.30 atau satu jam sebelum penembakan terjadi. (Baca: Tersinggung, Motif Penganiayaan Aktivis Bangkalan.)

    Mathur yang juga direktur lembaga swadaya masyarakat CIDe ini dikenal pemberani. Pada 2006, dia melaporkan dugaan korupsi bekas Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron pada proyek pembangunan Pelabuhan Madura Industrial Seaport City di Kecamatan Socah.

    Tahun lalu, Mathur juga melaporkan kasus dugaan korupsi Fuad Amin pada proyek pengaspalan Jalan Bujuk Sarah di Desa Martajesah. Dua kasus dugaan korupsi ini dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

    Awal Januari lalu, Mathur memimpin unjuk rasa memprotes dugaan pungutan liar di Dinas Pendidikan serta ketidakberesan dalam pengangkatan calon pegawai negeri sipil di Badan Kepegawaian Daerah Bangkalan. Saat ini Mathur tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr Soetomo Surabaya untuk menjalani operasi pengangkatan peluru. (Baca pula: Demo LSM di Kejaksaan Bangkalan Berujung Ricuh.)

    MUSTHOFA BISRI





    Berita Terpopuler Lainnya:
    Keluarga Korban Air Asia Berebut Jadi Ahli Waris
    Tony Abbot Kirim Surat, Apa Reaksi Jokowi?
    Bob Sadino Wafat di Rumah Sakit Pondok Indah
    Bob Sadino Dimakamkan di Samping Istrinya 
    Mahasiswa Menyamakan Jokowi dengan Pinokio  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.