Cerita Dibalik Klaim Singapura Temukan Bodi Air Asia QZ8501

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto bawah laut jepretan kendaraan bawah laut ROV yang dirilis oleh Departemen Pertahanan Singapura, menunjukkan badan pesawat AirAsia QZ 8501 di dasar laut perairan Laut Jawa. AP/MINDEF

    Foto bawah laut jepretan kendaraan bawah laut ROV yang dirilis oleh Departemen Pertahanan Singapura, menunjukkan badan pesawat AirAsia QZ 8501 di dasar laut perairan Laut Jawa. AP/MINDEF

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Singapura, Ng Eng Hen, mengumumkan penemuan badan pesawat Air Asia QZ8501 pada Rabu, 14 Januari 2015. Untuk membuktikannya, Eng mengunggah foto potongan badan pesawat ke laman akun Facebook-nya. (Baca: Menteri Singapura: Badan Air Asia QZ8501 Ketemu)

    Direktur Eksekutif PT Mahakarya Geosurvey, Nanang Henky Suharto, keberatan dengan langkah Eng mengumumkan penemuan badan pesawat Air Asia QZ8501 ini. Sejatinya, menurut Nanang, potongan badan pesawat itu pertama kali ditemukan oleh Kapal Mahakarya Geosurvey. "Kami seakan tidak dilibatkan. Padahal mereka cuma membantu verifikasi," ujar Henky, Jumat, 16 Januari 2015. (Baca: Evakuasi Air Asia, Satu Jasad Lagi Ditemukan)

    Ketua Tim Surveyor, Muhammad Aga Ridha Aldilla, menjelaskan potongan badan Air Asia QZ8501 pertama kali terpantau oleh pemindai sonar tim surveyor pada Selasa 13 Januari 2015. Temuan berada tidak jauh dari titik ditemukannya kotak hitam pesawat.

    Sesuai prosedur, tim langsung memverifikasi objek dengan menerjunkan penyelam. Tetapi saat itu, menurut Aga, tidak ada penyelam TNI ataupun Basarnas yang berada di sekitar Laut Karimata. "Saat itu KRI Banda Aceh sedang ke Semarang dan kapal milik Basarnas sedang ke Teluk Kumai," ujar Aga. (Baca: Duka Air Asia, Banyak yang Mengaku Keluarga Korban)

    Akhirnya, tim Surveyor meminta Kapal Swift Rescue dari Singapura untuk memverifikasi temuan tersebut. Aga mengungkapkan Kapal Pemerintah Singapura itu sempat menolak. Tetapi setelah beberapa kali tim surveyor meminta, mereka akhirnya menyanggupi.

    Pada Rabu, 14 Januari 2015, pukul 15.00, tim Singapura menerjunkan alat perekam dasar laut. Pukul 15.50, objek berhasil terekam dan teridentifikasi sebagai badan pesawat. (Baca: Asuransi Air Asia, Begini Hasil Hitungan Pakar)

    Ketika tim surveyor meminta dokumentasi perekaman, tim Singapura sempat menolak. Namun akhirnya tim dari Singapura itu bersedia memberikan enam foto atas objek bawah laut yang ternyata badan pesawat AirAsia QZ8501. "Itupun hanya hasil capture video," kata Aga.

    ROBBY IRFANY

    Topik terhangat:
    AirAsia
    | Calon Kapolri | Charlie Hebdo | Menteri Jonan | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    KPK: Jokowi, Tak Ada Jalan Lantik Budi Gunawan 

    Kisah Rani, Kurir Narkoba Jelang Hukuman Mati

    Evolusi Pembantu Menjadi Penulis dan Motivator


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto