Pencarian AirAsia, Tim SAR Temukan Benda Mirip Kursi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa serpihan kursi pesawat Air Asia QZ 8501 yang disimpan sementara di lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Selatan, 5 Januari 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    Petugas memeriksa serpihan kursi pesawat Air Asia QZ 8501 yang disimpan sementara di lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Selatan, 5 Januari 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Pangkalan Bun - Helikopter Seahawk milik Amerika Serikat membawa tiga benda yang diduga merupakan bagian dari pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata, Kalimantan Selatan, pada Ahad pagi, 28 Desember 2014.

    Dua benda di antaranya menyerupai kursi penumpang berwarna hitam dan sandaran tangannya. Satu benda lain yang ditemukan tim pencari dan penyelamat (SAR) adalah besi dengan bentuk yang sudah tidak beraturan.

    Belum ada keterangan resmi ihwal penemuan tiga benda itu. Semua benda tersebut tiba di Landasan Udara Iskandar, Kotawaringin Barat, Kalimantan Selatan, Senin, 5 Januari 2015, pukul 15.10 WIB. (Baca juga: 3 Jenazah Air Asia QZ8501 Diterbangkan ke Surabaya)

    Anggota TNI serta tim SAR gabungan lantas menggotong benda itu ke Posko Disaster Victim Identification (DVI). Pintu pos langsung ditutup dan petugas terlihat mengamati benda tersebut.

    Pesawat AirAsia QZ8501 jatuh di perairan Selat Karimata, Kalimantan Tengah, setelah sempat hilang kontak pada Ahad pagi, 28 Desember 2014. Pesawat itu membawa 155 penumpang dan 7 awak. Hingga saat ini, badan pesawat belum bisa dievakuasi. (Baca: Empat Jenazah Korban Air Asia QZ8501 Teridentifikasi)

    MUHAMAD RIZKI

    Berita Terpopuler
    Bos Air Asia: Headline Media Malaysia Ngawur 
    Ribut Rute AirAsia, Menteri Jonan di Atas Angin?
    Jonan Bekukan Rute AirAsia, Ada Tiga Keanehan

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.