Seahawk AS Bawa 3 Jenazah AirAsia QZ8501

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim SAR gabungan menurunkan Jenazah yang telah dievakuasi dengan Helikopter Seahawk milik Amerika Serikat di Lanud Iskandar PangkalanBun, Kalteng, 4 Januari 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    Tim SAR gabungan menurunkan Jenazah yang telah dievakuasi dengan Helikopter Seahawk milik Amerika Serikat di Lanud Iskandar PangkalanBun, Kalteng, 4 Januari 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Pangkalan Bun - Helikopter Seahawk milik US Navy atau Angkatan Laut Amerika Serikat menurunkan tiga jenazah korban kecelakaan AirAsia QZ8501 di Landasan Udara Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

    Helikopter tersebut mendarat pada Ahad, 4 Januari 2014, pukul 15.00. Ini merupakan tiga korban yang ditemukan kapal perang milik Jepang, Onami, pada pagi tadi. (Baca: Duka Air Asia, Bendera Berkibar Setengah Tiang)

    Bersama ketiga jenazah jatuhnya AirAsia QZ8501 yang dimasukkan ke dalam ambulans untuk dibawa ke RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun, terdapat satu kantung jenazah berisi dua koper hitam yang diduga berasal dari pesawat itu.

    "Ada juga satu kantung plastik yang berisi potongan tubuh manusia berupa geligi," kata Komandan Lapangan Udara Iskandar Pangkalan Bun Letnan Kolonel Penerbang, Johnson Simatupang. (Baca: Korban AirAsia Ikut Arus, Area Pencarian Diperluas)

    Belum diketahui ciri-ciri fisik primer dan sekunder ketiga korban kecelakaan AirAsia. Selain itu, potongan tubuh yang ditemukan pun belum diketahui asalnya.

    "Masih menunggu konfirmasi DVI di RSUD," ujar Johnson. Rencananya sore ini, ketiga jenazah korban jatuhnya AirAsia QZ8501 akan diterbangkan ke Surabaya menggunakan pesawat CN-295 milik TNI AU.

    PRAGA UTAMA

    Baca juga:
    27 Perusahaan Asing Tolak Kenaikan UMP Jakarta
    Wisatawan Sabang Diserang, Turis Asing Batal Tiba
    'Jauhi Hotel dan Bank Terkait Amerika di Surabaya'
    Istri George Clooney Terancam Ditangkap, Kenapa?

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.