BMKG: AirAsia Terbang tanpa Bawa Laporan Cuaca

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Laporan nama-nama penerbangan yang take off dari Bandara Juanda pada pagi hari, Ahad, 28 Desember 2014, tidak jauh dari saat AirAsia QZ8501 berangkat. Istimewa

    Laporan nama-nama penerbangan yang take off dari Bandara Juanda pada pagi hari, Ahad, 28 Desember 2014, tidak jauh dari saat AirAsia QZ8501 berangkat. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat AirAsia QZ8501 terbang tanpa membawa laporan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Kepala BMKG Andi E. Sakya mengatakan padahal saat itu citra satelit menangkap beberapa wilayah di Indonesia berawan dan berpotensi tumbuh awan kumulonimbus. (Baca: Begini Kesibukan Risma di Posko Crisis Air Asia)

    "AirAsia mengambil laporan cuaca pada pukul 07.00 WIB," kata Andi melalui pesan singkat pada Kamis, 1 Januari 2015. Padahal, pesawat tersebut terbang sekitar pukul 06.00 WIB. Petugas Flight Operations Officer (FOO) tersebut baru mengambil setelah hilang kontak.

    Andi menuturkan tidak adanya laporan cuaca yang dibawa AirAsia QZ8501 sempat menjadi pembahasan dalam rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo. Dalam rapat tersebut, BMKG menunjukkan keharusan maskapai penerbangan mengantongi prakiraan cuaca BMKG dalam menyusun rencana terbang. (Baca: Evakuasi Air Asia, TNI AU Punya Senjata Rahasia)

    Keharusan tersebut dituangkan dalam Civil Aviation Safety Regulation bagian 121. Dalam presentasi di hadapan presiden, BMKG menyebut, "Setiap penerbangan yang menggunakan prakiraan cuaca harus mendapat prediksi dari lembaga resmi di negara asal, dalam hal ini BMKG." (Baca: Kisah Mengharukan Putra Pilot Air Asia)

    Dalam presentasi tersebut juga disebutkan ada dua pesawat yang terbang dari Surabaya dengan tujuan Singapura yaitu Cina Airlines 752 yang terbang pukul 06.05 WIB dan Garuda Airlines pada pukul 07.30 WIB. Kedua pesawat ini mengambil laporan cuaca BMKG.

    SYAILENDRA

    Baca berita lainnya:
    Ini Pesan Terakhir Teknisi Air Asia di Blackberry

    Ahok Promosikan Penemu Puing Air Asia, Siapa Dia?

    Fakta tentang 15 Korban Air Asia QZ8501

    Pilot Air Asia QZ7510 Terendus Pakai Narkoba

    Jasad Pramugari Air Asia Tiba di Pelabuhan Kumai


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!