Khofifah Beri Fasilitas bagi TKI Ilegal, Apa Saja?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bermasalah dari Malaysia menunjukan tiket pulang kampung mereka saat menyerbu kantor Departemen Sosial, Matraman, Jakarta, (25/11). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bermasalah dari Malaysia menunjukan tiket pulang kampung mereka saat menyerbu kantor Departemen Sosial, Matraman, Jakarta, (25/11). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Malang - Sebanyak 122 Tenaga Kerja Indonesia ilegal yang dipulangkan dari Malaysia berasal dari Jawa Timur. Para TKI tersebut dibawa pulang ke Indonesia menggunakan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara ke Bandar Udara Juanda, Surabaya.

    "Mereka satu pesawat, turun di Juanda dan saya yang akan menerima," kata Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa seusai diskusi di Universitas Brawijaya Malang, Selasa, 23 Desember 2014. (Baca berita terkait: Lima Hercules TNI AU Jemput TKI di Malaysia)

    Hari ini sebanyak 497 TKI ilegal dari Malaysia datang ke Tanah Air. Sedangkan besok sebanyak 794 TKI menyusul dipulangkan melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Total sebanyak lima pesawat Hercules digunakan untuk mengangkut para TKI ilegal tersebut. Kepulangan TKI tersebut melalui proses serah terima dari Kementerian Luar Negeri dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Sosial.

    Kementerian Luar Negeri mengurus izin pemulangan, sedangkan Kementerian Sosial mengurus kebutuhan hidup selama di tempat transit. Para TKI ilegal yang tiba di Jakarta transit di rumah perlindungan dan trauma center Kementerian Sosial di Tanjung Pinang dan Bambu Apus. Adapun di Surabaya disiapkan tiga tempat penampungan. (Baca: Jokowi: Akan Kami Urus 1,8 Juta TKI di Luar Negeri)

    Mereka akan mendapat pakaian layak dan makan selama di penampungan. Bahkan, Kementerian Sosial menyiapkan ongkos untuk biaya pulang ke daerah masing-masing. Setiap hari, mereka juga mendapat jaminan hidup. "Mereka hanya memiliki pakaian yang melekat di tubuh. Butuh pakaian yang layak," kata Khofifah.

    Tahun ini total TKI ilegal yang dipulangkan sebanyak 1,8 juta. Mereka tersebar di berbagai negara tujuan. Proses pemulangan, katanya, berjalan cepat karena koordinasi lintas Kementerian berjalan optimal. Apalagi koordinasi dengan Pemerintah Malaysia juga cepat. "Tak sampai seminggu mereka langsung bisa dipulangkan," kata Khofifah. (Simak juga: Pemulangan 1.428 TKI Ilegal di Malaysia Dipercepat)

    EKO WIDIANTO

    Berita Terpopuler Lainnya:
    7 Murid di Bosnia Hamil Usai Study Tour 5 Hari
    Pagi Ini, Jakarta Terima Banjir Kiriman Lagi
    Sumber Manipulasi, Jokowi Minta Bansos Dihapus
    Indosat Resmi Luncurkan Layanan 4G LTE
    Amerika Uji Peluru yang Dapat Berubah Arah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.