4 Rencana Menteri Susi yang Berantakan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak menunjuk spanduk bergambar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dengan latar kapal yang ditenggelamkan di Gedung Kementerian Kelauatan dan Perikanan, Jakarta, 10 Desember 2014. Selain ramai beredar di media jejaring sosial, gambar/meme Menteri KKP yang akan menenggelamkan kapal asing bila mengambil ikan di Indonesia juga dipasang di Gedung Kementerian KKP. TEMPO/Frannoto

    Anak-anak menunjuk spanduk bergambar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dengan latar kapal yang ditenggelamkan di Gedung Kementerian Kelauatan dan Perikanan, Jakarta, 10 Desember 2014. Selain ramai beredar di media jejaring sosial, gambar/meme Menteri KKP yang akan menenggelamkan kapal asing bila mengambil ikan di Indonesia juga dipasang di Gedung Kementerian KKP. TEMPO/Frannoto



    1. Ide Keluar dari G-20
    Belum segenap menjabat menteri, Susi sudah melontarkan ide kontroversial. Ia mengusulkan Indonesia keluar dari kelompok negara perekonomian terbesar atau G-20. Susi tak main-main dengan usulan ini. Susi mengaku telah menyurati Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto dan Presiden Jokowi mengenai usulan itu. (Baca: Jokowi Ikut Juga Belum Sudah Disuruh Keluar)

    Susi mengatakan Indonesia seharusnya keluar dari organisasi G20 karena Indonesia selalu menuai kerugian, terutama di sektor perikanan. Menurut Susi, impor hasil perikanan dan kelautan Indonesia dibebani tarif 14 persen. "Gara-gara G20 kita tidak mendapat fasilitas 0 persen," kata Susi, Rabu 12 Nobember 2014. (Simak: Menteri Susi Usul Indonesia Keluar dari G20).

    Susi mencontohkan, ekspor ikan tuna Indonesia mencapai US$700 juta. Karena dikenai tarif impor, Indonesia kehilangan pendapatan US$105 juta. Begitu juga dengan komoditas udang. Indonesia kehilangan US$150 juta dari total ekspor US$ 1,5 miliar. (Baca juga: Menteri Susi Ternyata Pernah Jadi Buronan Polisi).

    Dua hari berselang, ide Susi langsung dimentahkan Jokowi. Ia menilai G-20 bukan organisasi yang mengikat. Karena itu, masalah tarif atau bea masuk yang sering menyulitkan Indonesia dinilai sama sekali tidak dipengaruhi oleh keanggotaan Indonesia dalam G-20. "Saya ikut juga belum, mau disuruh keluar," katanya. (Baca juga: Relevansi dan Manfaat Keberadaan G20 Dipertanyakan).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.