Hapus Trauma, Lembaga ini Lakukan Kunjungan Rumah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sukarelawan bersama warga menurunkan jenazah korban longsor di pemakaman massal di dukuh Ngalian, Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah, 15 Desember 2014. Di pemakaman massal ini satu lubang digunakan 4 jenazah. TEMPO/Budi Purwanto

    Sukarelawan bersama warga menurunkan jenazah korban longsor di pemakaman massal di dukuh Ngalian, Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah, 15 Desember 2014. Di pemakaman massal ini satu lubang digunakan 4 jenazah. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Bencana longsor yang terjadi di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Jumat 12 Desember lalu, menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga korban. Rasa trauma  menyebabkan dampak psikologis  dirasakan warga yang mengungsi, dan sejumlah warga yang tinggal berdekatan di lokasi bencana.

    Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, tim medis dan kesehatan Dompet Dhuafa bersinergi dengan tim perawat dari Universitas Diponegoro (Undip) menggelar kegiatan Home Visit Trauma Healing dengan mengunjungi rumah-rumah warga yang berada di Dusun Ngaliyan, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa 16 Desember 2014.

    Kegiatan tersebut bertujuan memberikan penyuluhan terkait edukasi kesehatan dan terapi psikis kepada sejumlah warga yang jarak rumahnya berdekatan langsung dengan lokasi bencana.

    “Banyak warga di dusun sekitar yang melihat langsung kejadian, serta ada sanak keluarga mereka yang menjadi korban longsor sehingga kondisi kejiwaan beberapa warga terganggu. Untuk itu terapi psikologi ini sangat penting sekali,” ujar Nur Arifah, tim medis dan kesehatan Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa Purwokerto.

    Lebih lanjut Arifah mengungkapkan, dengan berlangsungnya kegiatan Home Visit Trauma Healing ini, diharapkan mampu meningkatkan imunitas psikologis, yakni kekebalan dalam diri korban bencana untuk tetap dapat bertahan pada tempat terjadinya bencana dan semangat dalam menjalani hidupnya kembali.

    “Ada beberapa warga yang menangis memikirkan sanak keluarganya yang menjadi korban. Semoga kegiatan ini mampu menghapus rasa trauma yang dialami warga,” ucapnya.(Baca : Pasca Longsor, Jalur Banjarnegara-Wonosobo Terbuka)

    Rencananya, kegiatan Home Visit Trauma Healing ini akan berlangsung hingga siang hari pada 16 Desember, dan dilanjutkan kegiatan pembuatan Makanan Pendamping Untuk ASI (MPASI). Kegiatan ini bertujuan untuk m embantu penyediaan makanan bayi berusia rata-rata sekitar 6 bulan sampai 1 tahun.

    “Selama ini bayi yang berada di pengungsian sering mengkonsumsi makanan bubur instan. Bila terlalu sering mengkonsumi tidak baik untuk kesehatan bayi. Untuk itu kita adakan MPASI ini,” katanya.

    Merespon longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, sejak kamis (11/12) malam, lembaga ini telah bergerak menuju lokasi kejadian menyusul tim pertama yang sudah lebih dahulu berangkat untuk penanggulangan bencana banjir.(Baca :Korban Bencana yang Tertangani Cuma 130 Ribu Orang )

    Saat ini, tim gabungan kemanusiaan  yang terdiri dari tim evakuasi Disaster Management Centre (DMC), Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Purwokerto, Badan Pemulasaran Jenazah (Barzah) dan pula melibatkan cabang lembaga ini di Jawa Tengah bersama elemen relawan lainnya terus melakukan evakuasi untuk mencari korban yang tertimbun longsor di lapangan.  

    EVIETA FADJAR

    Berita Terpopuler
    Jokowi Panjat Menara Intai Perbatasan di Sebatik
    Beda Gaya Jokowi dan SBY di Sebatik 
    Pasek Tantang SBY, Ruhut: Jangan Ngomong, Doang! 
    Menteri Anies ke Nuh: Don't Take It Personally  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.