Jokowi Terima SBY di Istana Siang Nanti  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berjalan bersama mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat upacara lepas sambut di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 20 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo berjalan bersama mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat upacara lepas sambut di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 20 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo akan bertemu Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 8 Desember 2014. Berdasarkan agenda resmi Jokowi yang dilansir Biro Pers Kepresidenan, pertemuan ini dijadwalkan dimulai pukul 13.00 WIB.

    Kedatangan SBY ke Istana dalam kapasitasnya sebagai chairman Global Green Growth Institute (GGGI). Belum diketahui topik pembahasan dalam pertemuan Jokowi-SBY ini. Namun kehadiran SBY ke Istana kali ini adalah yang pertama sejak SBY resmi melepas jabatan sebagai presiden dan digantikan Jokowi pada 20 Oktober lalu.

    Selain menerima SBY, Jokowi juga dijadwalkan menjalani sejumlah agenda, yakni menghadiri acara peresmian pembukaan Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), serta acara penyerahan Daftar Isian Postur Anggaran 2015.

    Peresmian pembukaan Rapat Pimpinan Nasional KADIN 2014 akan berlangsung di Hotel Pullman Jakarta, Central Park, mulai pukul 09.00 WIB. Adapun acara penyerahan DIPA 2015 akan berlangsung di Istana Negara mulai pukul 10.00.

    PRIHANDOKO

    Topik terhangat:

    Golkar Pecah | Wakil Ahok | Kasus Munir | Interpelasi Jokowi | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Kubu Ical: Peserta Munas Ancol Diberi Rp 500 juta
    Munas Golkar Tandingan Dapat Restu Jusuf Kalla
    Jokowi Kaget Lihat Jakabaring
    Begini Cara 13 Polisi di Kudus Menyiksa Kuswanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.