Telkom, Garuda, Pelni Beri Diskon buat Guru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (keempat kiri) didampingi Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono (kelima kiri), Mendikbud M. Nuh (ketiga kiri), Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (kedua kiri) dan Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo (kiri) menghadiri acara puncak peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2012 dan HUT ke-67 PGRI di Sentul International Convention Centre, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/12). ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (keempat kiri) didampingi Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono (kelima kiri), Mendikbud M. Nuh (ketiga kiri), Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (kedua kiri) dan Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo (kiri) menghadiri acara puncak peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2012 dan HUT ke-67 PGRI di Sentul International Convention Centre, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/12). ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia Sulistyo mengatakan guru yang tergabung dalam PGRI dapat memperoleh keringanan biaya dari beberapa perusahaan. "Tinggal menunjukkan kartu anggota PGRI," kata Sulistyo seusai konferensi pers di kantor Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah pada Senin, 24 November 2014. (Baca: Hari Guru, Menteri Anies Ziarah ke Makam Pahlawan)

    Sulistyo mengatakan beberapa perusahaan yang telah menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding adalah Garuda, Merpati, Pelni, dan Telkom. Garuda memberikan potongan harga sebesar 25 persen, Merpati 45 persen, Pelni 10 persen, dan potongan harga dari Telkom untuk pemasangan Internet Speedy.

    Selain itu, kata Sulistyo, PGRI menggandeng TransJakarta untuk memberi keringanan. "Namun belum ada realisasinya," kata Sulistyo. (Baca: Peringati Hari Guru, Anies Baswedan Selfie Bareng Ibu Guru)

    Pada kesempatan yang sama, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan menuturkan Kementerian telah mengajak sektor swasta untuk bekerja sama meringankan beban guru dengan memberikan potongan harga. "Bukan suatu kewajiban, tapi menjadi suatu tanggung jawab moral," katanya.

    Anies mengatakan dirinya tidak berupaya membuat edaran atau membuat aturan mengenai ini. "Jika ini dijadikan gerakan yang bersifat sukarela, efeknya lebih besar dibandingkan dijadikan suatu perintah," ujarnya.

    Upaya ini merupakan perwujudan keinginan Kementerian untuk meningkatkan pendapatan guru dan menurunkan pengeluaran guru. Anies mengatakan penurunan pengeluaran guru dilakukan lewat imbauan kepada masyarakat untuk membantu guru.

    PAMELA SARNIA

    Berita Terpopuler
    Salip Paus, Jokowi Masuk 10 Besar Voting TIME
    Pengamat: Jokowi seperti Sinterklas
    Jokowi atau Prabowo Presiden, BBM Tetap Naik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.