Menteri Susi Akui Dipilih Jokowi karena Gila  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, yang juga merupakan pemilik maskapai penerbangan Susi Air, berpose di atas pesawat Twin Star miliknya di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 8 Februari 2007. dok TEMPO/Arie Basuki

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, yang juga merupakan pemilik maskapai penerbangan Susi Air, berpose di atas pesawat Twin Star miliknya di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 8 Februari 2007. dok TEMPO/Arie Basuki

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti mengungkapkan alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilihnya sebagai anggota Kabinet Kerja. Menurut Susi, Jokowi membutuhkan orang gila untuk memperbaiki kondisi negeri ini. “Presiden Jokowi bilang, Ibu Susi, negeri ini perlu orang gila. Saya bilang ke dia, Ya, Bapak mendapat orang gila,” kata Susi dalam wawancara dengan majalah Tempo.

    Meski begitu, Susi tidak pernah merasa gila. “I don't think I'm gila. Saya pikir saya lebih normal dari semua orang. Dunia ini yang gila,” kata pemilik maskapai Susi Air itu. (Baca juga: Susi Pudjiastuti Jadi Menteri, Cakra Khan Bangga)

    Gebrakan Susi yang dinilai gila, salah satunya dilakukan dua hari setelah menjabat sebagai menteri. Susi yang berusia 49 tahun itu langsung mengumumkan moratorium pemberian izin untuk kapal penangkap ikan.

    Menurut Susi, registrasi kapal di Indonesia tidak pernah serius. Ide awal moratorium ini, ujar Susi, lantaran tingginya angka pencurian ikan atau illegal fishing. Selain banyak kapal ilegal, kata Susi, ada kapal yang berstatus legal namun abu-abu. Misalnya, kapal itu punya izin, tapi menangkap ikan dengan alat yang dilarang.

    Susi mengaku sudah menceritakan masalah kapal ilegal kepada Jokowi. “Dan dia bilang saya boleh lebih gila dan boleh lebih cepat. Kalau perlu, ancam langsung bahwa Susi akan ngebom. Perintah bagus,” ujarnya. (Baca juga: Susi Paling Disukai Netizen di Situs Kawalmenteri)

    Tak main-main dengan ancaman bom itu, Susi akan bertindak cepat bila Jokowi mengizinkannya. “Gue akan memakai 50 pesawat Susi Air untuk mengebom satu-satu kapal ilegal. "Asalkan Presiden kasih perintah, saya lakukan itu dengan senang hati. Tidak perlu rapat pleno,” katanya.

    TIM TEMPO | LINDA TRIANITA

    Berita Terpopuler
    Jokowi Kenalkan Blusukan di Forum G-20

    Kasus Shabu Unhas, Nilam Dikenal Temperamental

    Sarwono: Ada Calon Ketum Golkar yang Pro-Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.