2019, Alutsista Indonesia Masuk 10 Besar Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan helikopter Apache AH 64 buatan Amerika Serikat melakukan flying pass bersamaan dengan sejumlah KRI yang juga melakukan sailing pass di perairan Surabaya saat Defile Alutsista di puncak HUT TNI ke 69 di Dermaga Ujung, Surabaya, 7 Oktober 2014. HUT TNI tahun ini melibatkan 20 ribu prajurit TNI. TEMPO/Fully Syafi

    Puluhan helikopter Apache AH 64 buatan Amerika Serikat melakukan flying pass bersamaan dengan sejumlah KRI yang juga melakukan sailing pass di perairan Surabaya saat Defile Alutsista di puncak HUT TNI ke 69 di Dermaga Ujung, Surabaya, 7 Oktober 2014. HUT TNI tahun ini melibatkan 20 ribu prajurit TNI. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Subang - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryakudu meyakinkan Indonesia akan masuk ke jajaran negara dengan kekuatan alutsista terbesar dan termodern di dunia. (Belanja Alutsista Indonesia ke AS Rp 3 Triliun)

    "Lima tahun lagi, Indonesia akan masuk sepuluh besar dunia," kata Ryamizard saat berkunjung ke kompleks Energetic Material Center milik PT Dahana (Persero) di Subang, Jumat, 14 November 2014.

    Saat ini alutsista Indonesia berada pada peringkat ke-19 dunia. "Kalau di ASEAN sudah nomor satu." (Kunjungi Indo Defence, Jokowi Lihat Panser Anoa)

    Dengan kekuatan alutsista yang memadai untuk menjaga kedaulatan wilayah RI, Ryamizard berjanji tidak akan ada lagi cerita pulau terluar milik Indonesia lepas dan diakui negara lain. "Enggak ada lagi pulau yang lepas," ia berjanji.

    ADVERTISEMENT

    Menantu mantan wakil presiden Try Soetrisno itu mengatakan komitmen menjadikan Indonesia masuk jajaran elite alutsista dunia dilakukan dengan mengajak semua pihak. Terutama perusahaan BUMN dan swasta yang bergerak di bidang persenjataan untuk bersama-sama meningkatkan kemampuan memproduksi alutsista sendiri.

    "Supaya tidak bergantung lagi pada produk-produk luar negeri," ia beralasan. Khusus perusahaan alutsista milik negara, seperti PT Dahana, Pindad, dan PAL, diminta lebih kreatif dan inovatif dalam memproduksi spesifikasi alutsistanya.

    Ia mencontohkan Dahana yang telah berhasil memproduksi bom buat melengkapi persenjataan pesawat tempur Shukoi. "600 buah bom dibuat untuk Shukoi," ujar Ryamizard. (Indo Defence 2014 Bidik 25 Ribu Pengunjung)

    Direktur Utama PT Dahana F. Herry Sampurno menambahkan, bom produksi perusahaan pelat merah yang dipimpinnya itu kini masuk tahap uji coba. "Tes sedang dilakukan TNI AU di Lumajang," ujar Ferry. (SBY Klaim Telah Memodernisasi Alutsista TNI)

    Selanjutnya, pengetesan bom made in Dahana tersebut akan dilakukan pada 15 Desember 2014. "Langsung di pesawat Sukhoi, lokasinya di Madiun atau Makassar," tuturnya. (SBY: 10 Tahun Lagi Indonesia Jadi Macan Asia)

    Menurut Ferry, sebuah bom buatan para putra bangsa tersebut memiliki berat 40 kilogram TNT. "Daya ledak 400 gram bom Dahana bisa menghancurkan satu rumah tipe 45," ia menjelaskan.

    NANANG SUTISNA

    Terpopuler:
    Pidato, Baghdadi Bersumpah Serang Arab Saudi
    Bertemu Abbott, Jokowi: Australia Itu Penting
    Penjagaan G20 Terbesar Sepanjang Sejarah Australia
    Jokowi di KTT G20, Ini Agendanya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...