Jumat, 14 Desember 2018

Pada Akhir Pidato, Presiden Jokowi Teriak Merdeka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengepalkan tangannya saat berpidato usai pelantikan presiden di Gedung Parlemen, Jakarta, 20 Oktober 2014.  AP/Dita Alangkara

    Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengepalkan tangannya saat berpidato usai pelantikan presiden di Gedung Parlemen, Jakarta, 20 Oktober 2014. AP/Dita Alangkara

    TEMPO.CO, Jakarta - Jokowi menyampaikan pidato pertamanya di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai Presiden Indonesia pada Senin, 20 Oktober 2014. Dia berteriak, "Merdeka!" pada pengujung pidatonya. Sembari berteriak, dia mengepalkan tangan kanannya ke udara.

    Jokowi berpidato setelah dia dan Jusuf Kalla mengucapkan sumpah sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2014-2019. Jokowi mengajak semua pihak dari semua golongan masyarakat Indonesia untuk bahu-membahu dalam membangun negeri. (Baca: Jokowi dan JK Sah Sebagai Presiden dan Wakil Oresiden)

    "Saatnya kita menyatukan hati dan tangan melanjutkan tugas sejarah yang mahaberat," kata Jokowi dalam pidatonya yang berlangsung sekitar 10 menit itu. Pada awal pidato, Jokowi menyampaikan penghargaannya kepada para mantan presiden dan wakil presiden yang hadir. Di antaranya B.J. Habibie, Megawati Soekarnoputri, Try Sutrisno, dan Hamazah Haz.

    Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyebut rivalnya dalam pemilihan presiden, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. "Yang saya hormati rekan dan sahabat baik saya Prabowo Subianto," kata Jokowi. Sapaan itu langsung direspons Prabowo dengan memberi hormat ala militer. Respons ini disambut tepuk tangan para undangan.

    Dalam acara pelantikan ini, sejumlah kepala negara dan kepala pemerintahan serta utusan khusus negara sahabat hadir. Di antaranya Perdana Menteri Malaysia Tun Abdul Razak, Sultan Brunei Hasanah Bolkiah, Perdana Menteri Australia Tony Abbot, Presiden Timor Leste Taur Matan Ruak, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Papua Nugini Peter O Neill, serta Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry.

    MUHAMMAD MUHYIDIN | IRA GUSLINA SUFA | ANTARA

    Berita Terpopuler
    Ketika Iriana Widodo Emoh Digeguyu Pitik 
    Kenapa Anak Jokowi Ini Tak Aktif Lagi di Sosmed?
    Jokowi Mendadak ke KPK Malam Ini, Bahas Menteri?
    Golkar Diprediksi Tidak Bertahan di Koalisi Prabowo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.