Densus 88 Tangkap 4 Terduga Teroris di Serang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Ahmad Subaidi

    ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Serang - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia menangkap empat terduga teroris di Kota Serang, Banten, Selasa, 26 Agustus 2014. Ketiganya digelandang dari sebuah ruko di Jalan Lingkar Selatan, Lingkungan Perintis, RT 04 RW 16, Kelurahan Serang, Kota Serang, Banten.

    “Ketiga terduga teroris itu yaitu H alias B yang diidentifikasikan sebagai pemasok senjata ke latihan perang di Janto, Aceh, pada tahun 2010. Dua tersangka lainnya diinisialkan E dan Z yang disebutkan sebagai bagian dari jaringan pemasokan senjata tersebut. Sedangkan seorang lainnya bernama B, disebutkan sebagai istri H,” kata Kepala Kepolisian Resor Serang Ajun Komisaris Besar Yudi Hermawan, Selasa, 26 Agustus 2014.

    Menurut Yudi, tiga terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Mabes Polri ditengarai terkait dengan pelatihan teroris di Janto pada 2010  dan perampokan Bank CIMB Medan. Yudi mengatakan ketiganya sudah masuk dalam daftar pencarian orang sejak 2010. (Baca juga: Perampok CIMB Niaga Medan Divonis 12 Tahun Penjara)

    Dari empat orang yang ditangkap, tiga langsung dibawa ke Jakarta. Ketiganya diamankan dengan menggunakan tiga mobil terpisah dan dikawal empat mobil yang dikendarai anggota Densus 88.

    Dari informasi yang dihimpun Tempo, penyergapan terduga teroris ini dilakukan Densus 88 sekitar pukul 08.30 WIB. Dalam penyergapan itu tidak terjadi kontak senjata dan tidak terdengar letusan senjata api.

    WASIUL ULUM

    Berita lain:
    Komnas HAM Panggil Paksa Kivlan Zen 
    Pencalonan Tifatul, PKS: Yang Penting Masuk Surga
    Diduga Ada Bayi Tewas Saat Demo Pro-Prabowo di MK  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?