Prediksi Mantan Hakim MK Soal Gugatan Prabowo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sidang sengketa pemilihan presiden dan wakil presiden 2014 di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, 11 Agustus 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Suasana sidang sengketa pemilihan presiden dan wakil presiden 2014 di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, 11 Agustus 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mahkamah Konstitusi besok, Kamis, 21 Juni 2014, pukul 14.00 WIB akan memutuskan gugatan hasil pemilu presiden yang diajukan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Seberapa besar peluang Prabowo-Hatta memenangi gugatan tersebut? (Baca: 8 Manuver Prabowo Gugat Hasil Pilpres)

    Mantan hakim konstitusi, Maruarar Siahaan, menilai tuduhan tim Prabowo-Hatta bahwa terjadi kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif dalam pemilu presiden tak cukup meyakinkan. "Kalau melihat dari persidangan terbuka, semua tuduhan bisa dipatahkan oleh KPU," ujar Maruarar ketika dihubungi, Selasa, 19 Agustus 2014. (Baca: Jelang Putusan Sidang Pilpres, Jakarta Siaga I)

    Menurut Maruarar, saksi yang ditampilkan KPU juga lebih meyakinkan. Ditambah lagi, tutur dia, KPU memiliki bukti dokumen hasil rekapitulasi berjenjang. "Saya tak melihat ada pelanggaran yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif," kata Maruarar. (Baca: Prabowo Gugat ke PTUN, Kubu Jokowi Siap Ladeni)

    Pelanggaran administrasi, kata Maruarar, bisa jadi dilakukan oleh penyelenggara pemilu lokal. Namun dia menilai pelanggaran itu tak seserius yang dituduhkan kubu Prabowo-Hatta. Toh Maruarar menyatakan bisa saja Mahkamah Konstitusi memenangkan Prabowo-Hatta jika bukti yang diserahkan mereka bisa menunjukkan kesalahan penghitungan yang mempengaruhi hasil pemilu. "Mungkin saja terjadi, walaupun kecil kemungkinannya." (Baca: Tak Puas Sidang MK, Tim Prabowo Gugat KPU ke PTUN)

    TIKA PRIMANDARI


    Terpopuler
    Fahri Hamzah Disebut Terima US$ 25 Ribu dari Nazar
    Begini Pembagian Jatah Kekuasaan ala Prabowo-Hatta
    Jokowi Setuju 6 Jenis Manusia Versi Mochtar Lubis Dihilangkan
    Bagaimana PRT Pembunuh Bayi di Riau Dibekuk? 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.