Ini Kata Tim Jokowi Soal Penolakan Rekonsiliasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar Kombinasi calon presiden Indonesia Prabowo Subianto di Jakarta, 20 Mei 2014 (kiri) dan Joko

    Gambar Kombinasi calon presiden Indonesia Prabowo Subianto di Jakarta, 20 Mei 2014 (kiri) dan Joko "Jokowi" Widodo di Jakarta, 16 Maret 2014. REUTERS/Stringer (kiri) dan Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota tim pemenangan nasional Joko Widodo dan Jusuf Kalla, Eva Kusuma Sundari, mengatakan pihaknya tidak khawatir dengan penolakan rekonsiliasi yang diumumkan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Dia tetap yakin pemerintahan Jokowi-JK tetap kuat, meski Partai Gerindra dan beberapa partai politik lain menjadi pihak oposisi.

    Eva mengaku tidak takut pihak oposisi bakal menjegal pemerintahan Jokowi-JK di DPR. "Soal minoritas di parlemen Jokowi punya pengalaman di DKI Jakarta dan Solo," kata Eva melalui pesan singkat kepada Tempo, Kamis, 14 Agustus 2014. (Baca: Adik Prabowo: Tidak Ada Rekonsiliasi dengan Jokowi)

    Dia meyakini pemerintahan Jokowi-JK kelak akan tetap berjalan dengan lancar. Selain itu, dukungan masyarakat akan menjadi kekuatan di luar parlemen yang bisa menjadi penolong Jokowi-JK. (Baca: Mahfud: Rekonsiliasi Tunggu Sidang MK Usai)

    "Jika programnya bagus, rakyat akan mendukung dan membuat tekanan ke dalam parlemen," imbuhnya. (Baca: Sultan Yogya Ajak Jokowi-Prabowo Rekonsiliasi)

    Kemarin, Wakil Ketua Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa partainya tidak akan melakukan rekonsiliasi dengan Joko Widodo. "Tidak ada rekonsiliasi. 'Enggak bakal'," kata Hashim kepada Tempo di InterContinental Jakarta MidPlaza, Jakarta.

    INDRA WIJAYA

    Terpopuler:
    Novela Saksi Prabowo Doakan Israel
    Begini Robin Williams Saat Pertama Ditemukan
    Kenaikan Gaji PNS Jadi Pilot Project Jokowi
    Ketua MK Ancam Pidanakan Saksi-saksi Palsu
    Mau Ganti Dirut PLN, Dahlan Iskan Ditentang Wapres


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.