Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Polisi Selidiki Motif Penembakan Bus di Mojokerto

image-gnews
Ilustrasi penembakan. AP/Brennan Linsley
Ilustrasi penembakan. AP/Brennan Linsley
Iklan

TEMPO.CO, Mojokerto--Kepolisian Resor Mojokerto Kota menyelidiki motif penembakan sebuah bus pariwisata yang diparkir di halaman kantor Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Mojokerto. Bus tersebut merupakan barang bukti pelanggaran lalu lintas dan dititipkan di halaman kantor tersebut. 

Bus Sri Rahayu dengan nomor polisi S 7054 UW itu diduga ditembak dan baru diketahui saat akan diambil oleh pemiliknya usai sidang tilang, Senin, 11 Agustus 2014. Pemilik bus melaporkan dugaan penembakan itu ke polisi, Selasa, 12 Agustus 2014. Polisi baru melakukan identifikasi, Rabu, 13 Agustus 2014. 

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Mojokerto Kota Ajun Komisaris Triyanto mengatakan bus tersebut merupakan barang bukti pelanggaran lalu lintas yang disita sejak 4 Agustus 2014 dan menjalani sidang 11 Agustus 2014. "Baru diketahui kaca bus ada yang pecah saat kondektur dan pemilik akan mengambil bus," katanya. (Baca berita lain: Rem Blong, Bus di Tanjakan Emen Tabrak Motor)

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan puluhan lubang bekas tembakan di sejumlah kaca bus, baik kaca bagian depan dan samping. Polisi menemukan bekas amunisi diduga peluru air soft gun. Namun polisi belum memastikan jenis amunisi tersebut. "Masih penyelidikan dan kami akan minta keterangan satpam yang menjaga kantor itu," kata Triyanto. 

Bus tersebut ditilang polisi karena melakukan dua pelanggaran lalu lintas. Bus pertama kali ditilang saat mogok di tengah Jalan By Pass, Kota Mojokerto, pada arus balik Lebaran tanggal 30 Juli 2014 lalu. Bus dari arah Surabaya dengan tujuan Jombang itu hendak mendahului kendaraan lain namun mogok di tengah jalan. Setelah diperiksa petugas, kondisi bus tidak laik jalan dan polisi menilang dan menyita bus. 

Sopir bus, Supriyono, mengatakan bahwa busnya merupakan kendaraan karyawan salah satu perusahaan di Jombang yang disewa selama arus mudik dan balik Lebaran. Karena alasan bus akan digunakan untuk operasional perusahaan yang kembali aktif 4 Agustus 2014, sopir dan kondektur bus meminta polisi mengeluarkan bus.

Akhirnya Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Mojokerto Kota mengeluarkan bus tanggal 3 Agustus 2014. Namun ketika melewati Jalan By Pass Mojokerto, bus mengangkut penumpang umum. Bus langsung dihentikan oleh petugas karena melanggar izin trayek.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Izin trayek bus adalah bus pariwisata namun digunakan sebagai Angkutan Kota Dalam Propinsi (AKDP) jurusan Jombang-Surabaya. Bus kembali ditilang dan dititipkan di halaman kantor dinas perhubungan hingga ditemukan banyak kacanya yang pecah bekas kena tembakan. (Baca juga: Trik SBY Agar Tak Kena Tilang Polisi)


ISHOMUDDIN

 

Terpopuler



 

 

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

TPNPB Serang Polsek Homeyo di Intan Jaya, Klaim Tewaskan Satu Intel

1 hari lalu

Sebby Sambom. phaul-heger.blogspot.com
TPNPB Serang Polsek Homeyo di Intan Jaya, Klaim Tewaskan Satu Intel

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB menyerang Polsek Homeyo, Intan Jaya, dan menewaskan satu orang


Polisi Ungkap Alasan Keluarga Menolak Autopsi Jenazah Brigadir Ridhal Ali Tomi yang Diduga Tewas Bunuh Diri

4 hari lalu

Rekaman CCTV yang memperlihatkan Mobil Alphard yang ditunggangi Brigadir Ridhal Ali Tomi. FOTO/video/x
Polisi Ungkap Alasan Keluarga Menolak Autopsi Jenazah Brigadir Ridhal Ali Tomi yang Diduga Tewas Bunuh Diri

Brigadir Ridhal Ali Tomi ditemukan tewas dengan luka tembak di pelipis kanan dan tembus ke kiri akibat tembakan senjata api. Diduga bunuh diri.


Jenazah Brigadir RA yang Tewas di dalam Alphard Tidak Diautopsi, Langsung Diserahkan ke Keluarga

4 hari lalu

Rekaman CCTV yang memperlihatkan Mobil Alphard yang ditunggangi Brigadir Ridhal Ali Tomi. FOTO/video/x
Jenazah Brigadir RA yang Tewas di dalam Alphard Tidak Diautopsi, Langsung Diserahkan ke Keluarga

Brigadir RA yang tewas dengan luka tembak di dalam mobil Alphard di sebuah rumah di Mampang tercatat berdinas di Polresta Manado.


Dinas di Polresta Manado, Brigadir RA yang Tewas dengan Luka Tembak Disebut Pengawal di Rumah Mampang

4 hari lalu

Anggota Polri saat melakukan olah TKP di Mampang Prapatan, Jakarta. ANTARA/HO-Polres Metro Jaksel
Dinas di Polresta Manado, Brigadir RA yang Tewas dengan Luka Tembak Disebut Pengawal di Rumah Mampang

Tetangga mengenal Brigadir RA sebagai pengawal sekaligus sopir di rumah Mampang tersebut. Ia ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala.


Warga Ungkap Rumah Tempat Brigadir RA Tewas dengan Luka Tembak Milik Pengusaha Batu Bara

4 hari lalu

Penampakan dari luar rumah di  Jalan Mampang Prapatan IV, Jakarta Selatan tempat Brigadir Ridhal Ali Tomi ditemukan tewas di dalam mobil pada Kamis, 25 April 2024. TEMPO/Han Revanda Putra.
Warga Ungkap Rumah Tempat Brigadir RA Tewas dengan Luka Tembak Milik Pengusaha Batu Bara

Brigadir RA ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala di dalam mobil Alphard di sebuah rumah di Mampang.


Polisi Duga Bunuh Diri dengan Cara Tembak Pelipis, Brigadir RA Dikenal Rajin Beribadah dan Pandai Bergaul

4 hari lalu

Rekaman CCTV yang memperlihatkan Mobil Alphard yang ditunggangi Brigadir Ridhal Ali Tomi. FOTO/video/x
Polisi Duga Bunuh Diri dengan Cara Tembak Pelipis, Brigadir RA Dikenal Rajin Beribadah dan Pandai Bergaul

Brigadir RA atau Ridhal Ali Tomi ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala di dalam mobil Alphard. Dikenal rajin beribadah dan pandai bergaul.


Tewas dengan Luka Tembak di dalam Mobil Alphard di Mampang, Brigadir RA Berdinas di Polresta Manado

4 hari lalu

Anggota Polri saat melakukan olah TKP di Mampang Prapatan, Jakarta. ANTARA/HO-Polres Metro Jaksel
Tewas dengan Luka Tembak di dalam Mobil Alphard di Mampang, Brigadir RA Berdinas di Polresta Manado

Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan menduga Brigadir RA tewas karena diduga bunuh diri. Ditemukan luka tembak di kepala.


Brigadir RA Tewas dengan Luka Tembak di dalam Mobil Alphard di Mampang, Keluarga dari Manado cek TKP dan CCTV

4 hari lalu

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro saat ditemui di Jakarta, Sabtu 27 April 2024. ANTARA/Ilham Kausar
Brigadir RA Tewas dengan Luka Tembak di dalam Mobil Alphard di Mampang, Keluarga dari Manado cek TKP dan CCTV

Keluarga almarhum Brigadir RA datang langsung dari Manado untuk mengecek TKP dan melihat CCTV. Ditemukan luka tembak di kepala korban.


Ada Luka Tembak di Kepala Brigadir RA yang Ditemukan Tewas di dalam Mobil Alphard di Mampang

5 hari lalu

Anggota Polri saat melakukan olah TKP di Mampang Prapatan, Jakarta. ANTARA/HO-Polres Metro Jaksel
Ada Luka Tembak di Kepala Brigadir RA yang Ditemukan Tewas di dalam Mobil Alphard di Mampang

Polisi menemukan luka tembak di pelipis kanan kepala Brigadir RA yang tembus ke bagian kiri kepala, bahkan hingga ke atap mobil Alphard.


Setelah Laporkan Kapolres Tangsel ke Divisi Propam Polri, Pengusaha ini ke LPSK Bawa Bukti Penembakan Kantornya

5 hari lalu

Ilustrasi penembakan. timeout.com
Setelah Laporkan Kapolres Tangsel ke Divisi Propam Polri, Pengusaha ini ke LPSK Bawa Bukti Penembakan Kantornya

Budi meminta perlindungan LPSK. Lawan pengusaha importir mesin itu diduga dibekingi jenderal.