Jokowi Bantah Tudingan Preteli Koalisi Pro-Prabowo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi capres Jokowi menggelar konferensi pers saat mengunjungi Kantor DPD PDIP di Serang, Banten, 16 Juli 2014. Kunjungan tersebut juga dilakukan untuk mengucapkan terima kasih kepada relawan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ekspresi capres Jokowi menggelar konferensi pers saat mengunjungi Kantor DPD PDIP di Serang, Banten, 16 Juli 2014. Kunjungan tersebut juga dilakukan untuk mengucapkan terima kasih kepada relawan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden terpilih Joko Widodo membantah anggapan yang menyatakan dirinya telah mempreteli kekuatan poros Koalisi Merah Putih. “Yang mretel siapa?” ujarnya usai menghadiri acara syukuran bersama artis Salam Dua Jari, Minggu tadi malam, 4 Agustus 2014.

    Tudingan dilancarkan politikus Partai Keadilan Sejahtera, Fahry Hamzah. Ia menilai koalisi permanen yang digagas partai pengusung pasangan calon presiden, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, terancam bubar lantaran Megawati dan Jokowi melobi anggota tim koalisi untuk menarik dukungannya. (Baca: Dalih Fachry Mengejek Jokowi Sinting)

    Jokowi mengaku tak mengerti maksud ucapan tersebut. Sebab, ia belum pernah membuka pembicaraan dengan anggota atau pimpinan partai Koalisi Merah Putih. “Saya belum pernah ada satu pun yang bertemu. Kalau dengan tim saya tidak mengerti. Tapi jelasnya belum,” katanya. (Baca: Jokowi Terganggu Ejekan Sinting Fachry Hamzah)

    Sinyal pengalihan dukungan sedianya telah disampaikan oleh sejumlah kader partai, seperti Partai Demokrat. Sejumlah kader Partai Golkar pun mendesak percepatan Musyawarah Nasional untuk melengserkan kepemimpinan Aburizal Bakrie dan mengevaluasi dukungan koalisi.

    RIKY FERDIANTO

    Terpopuler:
    Komedian Mamiek Meninggal
    NasDem Sepakat Jabatan Menteri Bukan Petinggi Partai
    Mamiek Srimulat Akan Dimakamkan di Ngawi
    Solar Bersubsidi Dibatasi, Harga Barang Bakal Naik
    Jokowi Hadiri Syukuran Bareng Artis Salam Dua Jari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.