Atasi ISIS, BNPT Gandeng Organisasi Internasional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Irak menurunkan bendera ISIS saat berpatroli di kota Dalli Abbas, Irak, 30 Juni 2014.  REUTERS/Stringer

    Tentara Irak menurunkan bendera ISIS saat berpatroli di kota Dalli Abbas, Irak, 30 Juni 2014. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menyatakan akan menggandeng organisasi internasional untuk menanggulangi paham Negara Islam Irak dan Suriah atau Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS). Paham radikal yang lahir di Timur Tengah tersebut sudah masuk ke Tanah Air. Sejumlah penganut ISIS Indonesia bahkan berani menayangkan video ajakan bergabung ke paham tersebut di dunia maya. 

    "Kami akan berbagi dengan kedutaan besar negara Timur Tengah," kata Mayor Jenderal Agus Surya Bakti saat dihubungi Tempo, Ahad, 3 Agustus 2014. Sayangnya, Agus belum mau membeberkan hasil kerja sama terakhir antara BNPT dengan organisasi internasional. 

    Sementara saat disinggung soal warga negara Indonesia penganut ISIS yang sudah berangkat ke Timur Tengah, Agus mengaku belum tahu. Menurut dia, BNPT terus berkoordinasi dengan intelijen BIN, Polri, dan TNI untuk mendeteksi gerakan WNI yang hendak hijrah ke Timur Tengah. "Kami ingin antisipasi WNI yang mau berangkat ke sana," kata dia. 

    Agus juga mengatakan BNPT akan turun langsung merangkul kelompok radikal di berbagai daerah. Tujuannya, dia melanjutkan, agar mereka tak bergabung dengan paham ISIS.

    Sebelumnya, sekelompok warga Indonesia muncul dalam sebuah video perekrutan yang dirilis kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang mendesak agar umat Islam di Indonesia bergabung dengan perjuangan kelompok tersebut. Dukungan itu pun disambut oleh sebagian warga Indonesia yang setuju terhadap pendirian kekhilafahan di Irak dan Syria. Ratusan orang di Solo Berbai'at Dukung ISIS beberapa waktu lalu. Dukungan serupa juga muncul di kota-kota lain di Indonesia. 

    Pengamat Tindak Pidana Terorisme Al Chaidar menyatakan anggota Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS telah membaiat sekitar 2 juta orang di Indonesia. Meski tak ada data pasti, ia mengklaim informasi tersebut langsung didapat dari rekannya yang pernah bergabung dengan ISIS di Irak.

    INDRA WIJAYA


    Pemimpin ISIS Disebut Pernah Dididik Israel
    2 Juta WNI Disebut Sudah Dibaiat ISIS
    Pengamat: Separuh Pengikut ISIS Kecewa dan Bubar
    Video ISIS, Menteri Amir Minta Penjelasan Tifatul
    Ini Respons Amir Syamsudin Soal Blokir Video ISIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.