Demokrat Coba Konsisten Dukung Prabowo-Hatta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto bersama Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf(kanan) dalam acara deklarasi dukungan dari anggota DPR RI Partai Demokrat untuk pasangan Prabowo-Hatta di Hotel Crowne, Jakarta, 16 Juni 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Calon Presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto bersama Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf(kanan) dalam acara deklarasi dukungan dari anggota DPR RI Partai Demokrat untuk pasangan Prabowo-Hatta di Hotel Crowne, Jakarta, 16 Juni 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO , Jakarta - Wakil Ketua Umum Demokrat, Max Sopacua, mengatakan sikap partainya tidak mencla-mencle ini terkait proses mendukung Prabowo-Hatta. Menurut dia, Demokrat melalui perjalanan yang panjang untuk mendukung pasangan itu, sejak Rapat Pimpinan Nasional hingga deklarasi dukungan resmi partai.

    Demokrat, kata Max, mendukung Prabowo-Hatta lantaran pasangan itu berkomitmen melanjutkan program dan kebijakan pemerintahan SBY. "Bukan atas dasar pembagian kekuasaan. Tidak ada persepsi untuk mendapatkan kekuasaan," ucapnya. Menurut dia, dukungan Demokrat ini berbeda dengan partai-partai lain yang tergabung dalam sebuah koalisi, yang menginginan pembagian jatah kekuasaan, misalnya melalui pembagian kursi menteri. (Baca; Praktisi Nilai Mesin Politik Prabowo Tak Solid)

    Dia mengatakan partainya optimistis Prabowo-Hatta memenangi pemilihan presiden. Demokrat, Max menambahkan, akan berpatokan pada hasil penghitungan suara resmi yang akan diumumkan KPU pada 22 Juli 2014. Menurut Max, partainya tak ingin terjebak di perdebatan ihwal perbedaan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei. Sebabnya, kata dia, lembaga-lembaga survei punya kepentingan untuk memenangkan masing-masing pasangan calon presiden dan wakil presiden. "Kepentingan itu terlihat jelas sekali."

    Anggota Dewan Pembina Demokrat, Ahmad Mubarok, tak ingin berkomentar ihwal kemungkinan partainya merapat ke Jokowi-Kalla jika nantinya pasangan itu ditetapkan sebagai pemenang pemilihan presiden. "Tidak usahlah berandai-andai seperti itu. Belum tentu Jokowi yang menang," kata Mubarok, saat dihubungi Tempo, Ahad, 13 Juli 2014. (Baca: Koalisi Masyarakat Sipil Kritik Keberpihakan SBY)

    Menurut dia, pemenang pemilihan presiden akan bergantung pada hasil final penghitungan suara resmi yang diumumkan KPU pada 22 Juli 2014. "Kita tunggu saja KPU," ujarnya. Dia pun enggan memprediksi apakah Prabowo-Hatta bisa menang berdasarkan hasil penghitungan suara resmi oleh KPU. "Saya tidak mau mendahului real count KPU." (Baca: Jokowi-JK Tak Akan Kuat tanpa Golkar)

    Sebelumnya, kabar hengkangnya Partai Golkar dari kubu Prabowo-Hatta semakin menguat seiring kemenangan Jokowi-Kalla berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei. Politikus Golkar yang juga peraih suara terbanyak di partai itu saat pemilihan legislator April lalu, Nusron Wahid, menyatakan akan ada konsolidasi di partainya setelah kemenangan Jokowi-Kalla. Dia mengatakan Golkar tak biasa menjadi partai oposisi, sehingga pasti akan merapat ke pihak yang menang.

    PRIHANDOKO



    Berita Terpopuler
    Soekarwo: Saya Kampanye Batin untuk Prabowo-Hatta
    Siaran TV One dan Metro TV Paling Banyak Diadukan
    Terduga Penyegel Kantor TVOne Diancam Dibunuh
    Aliansi Perempuan Surakarta Berdoa untuk Pemilu Damai  




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto