Selasa, 11 Desember 2018

Try Sutrisno: Tak Perlu Rekonsiliasi Purnawirawan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno. TEMPO/Dasril Roszandi

    Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan wakil presiden Try Sutrisno mengatakan para purnawirawan TNI saat ini tidak perlu rekonsiliasi meski mendukung pasangan capres dan cawapres yang berbeda. Try mengatakan bahwa mantan prajurit itu tetap memiliki jiwa Sapta Marga.

    Hal itu disampaikan Mantan Panglima ABRI tersebut ketika menemui Panglima Jenderal Tentara Nasional Indonesia, Moeldoko di Kantor Dinas Panglima TNI di Jalan Merdeka Barat pada, Kamis, 3 Juli 2014.

    Try, yang datang didampingi Jenderal TNI (Purn) Widjojo Sujono dan Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo, juga menyampaikan bahwa masalah rekonsiliasi tidak sesempit yang diduga. "Para purnawirawan tidak perlu rekonsiliasi, mereka tetap berpijak pada jiwa Sapta Marga, dan Pancasila," ujarnya. (Baca:Purnawirawan Jenderal Berkelahi TNI Masa Bodoh)

    Selain penegasan sikap para purnawirawan, pertemuan itu juga membahas terbelahnya sejumlah purnawirawan TNI ke dalam dua kubu capres dan cawapres. Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Wiranto di kubu Jokowi - JK dan mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen di kubu Prabowo.

    "Sekarang yang berbeda itu praktek politiknya, karena mereka punya hak politik yang sama dengan warga lainnya," kata Try.

    Dengan situasi politik yang sedang memanas, kata Try, semua pihak perlu menata aturan di setiap kelompok. "Maka apapun dinamika dalam masyarakat ini jangan sampai menjadi ketegangan, dan memecah satu sama lain," kata dia. (Baca:Purnawirawan TNI Diminta Tidak Saling Hujat)

    SAID HELABY

    Terpopuler:
    Buya Syafii Ngeri Lihat Kampanye Hitam ke Jokowi 
    Ahok Ditolak Masuk ke Masjid di Jakarta 
    Menteri Hidayat Usul Pajak Tas Hermes Dihapus
    Barcelona Siapkan Rp 1,4 Triliun untuk Rekrut Suarez
    Jokowi-JK Banjir Dukungan Lewat Lagu  

     


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.