Ini Daftar 60 Pengembang Bermasalah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung memperhatikan miniatur Perumahan BSD City di Tangerang, Banten, Minggu (22/11). Target pertumbuhan perumahan non subsidi pada tahun 2009 mencapai 25 persen. TEMPO/Tri Handiyatno

    Sejumlah pengunjung memperhatikan miniatur Perumahan BSD City di Tangerang, Banten, Minggu (22/11). Target pertumbuhan perumahan non subsidi pada tahun 2009 mencapai 25 persen. TEMPO/Tri Handiyatno

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perumahan Rakyat mendatangi Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Selasa, 17 Juni 2014, untuk melaporkan 60 perusahaan properti yang melanggar aturan pembangunan hunian berimbang.

    "Saya minta Jaksa Agung mengusut dan menindak pengembang rumah mewah yang tak mematuhi aturan itu," kata Djan Faridz setelah memasukkan laporan ke Mabes Polri.

    Dalam surat bernomor 172/M/HK.02.04/06/2014 itu, Djan Faridz meminta adanya tindakan hukum bagi pengembang rumah mewah yang melanggar pasal-pasal dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Pembangunan Hunian Berimbang bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Dalam daftar tersebut, terdapat pemain-pemain besar dalam usaha properti, seperti Grup Ciputra, Alam Sutera, Sinarmas Land, dan Wika Realty. (Baca: Menteri Perumahan Perkarakan 60 Pengembang Besar)

    Tak hanya memperkarakan pengembang perumahan di wilayah Jakarta dan sekitarnya, sejumlah nama pengembang properti di daerah pun turut masuk dalam daftar. Salah satunya adalah PT Maha Karya Abadi Sejahtera yang beralamat di Denpasar dan membangun kompleks perumahan Ubud Kriyamaha Villas. Selain itu, ada pula PT Tanah Hufa yang membangun perumahan Hufa Hills di Lombok Barat dan PT Quarta Tata Kawasan, pengembang Sawangan Residence Ideal di Bandung.

    Saat dihubungi Tempo, Deputi Pengembangan Kawasan Kementerian Perumahan Rakyat, Agus Sumargiarto, mengatakan pengaduan ini dimaksudkan untuk membuat pengembang semakin sadar akan kewajibannya membangun hunian berimbang. "Kami tidak bermaksud memberatkan, pengembang bisa bekerja sama untuk memenuhi aturan ini," kata Agus.

    UU Nomor 1 Tahun 2011 itu mewajibkan pengembang rumah mewah untuk membangun rumah sederhana bagi kelas menengah dan miskin. Proporsinya adalah tiga rumah sederhana dan dua rumah menengah untuk setiap satu rumah mewah, sebagaimana tercantum dalam Permenpera Nomor 10 Tahun 2012. Sementara itu, untuk rumah susun, pengembang wajib membangun rumah susun sederhana dengan luas sekurang-kurangnya 20 persen dari luas total lantai rumah susun komersial yang dibangun. (Baca: 2025, 120 Juta Rakyat Indonesia Tak Punya Rumah)

    Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghada, mengatakan kesulitan terbesar pengembang dalam memenuhi aturan tersebut adalah tingginya harga tanah. "Pemerintah harusnya bisa menyediakan bank tanah agar pengembang juga mudah untuk membangun hunian berimbang," kata Ali.

    Berikut ini adalah daftar lengkap pengembang yang diperkarakan Kemenpera.

    1 PT Ciputra Indah
    2 PT Jaya Real Property Tbk
    3 PT Metropolitan Land
    4 PT Wika Realty
    5 PT Mahardika Propertindo
    6 PT Cakrawala Nusa Dimensi
    7 Damai Putra Group
    8 PT Tirta Segara Biru
    9 PT Hasana Damai Putra
    10 Duta Putra Land
    11 PT Semangat Panca Bersaudara
    12 PT Inti Gelora Andamari
    13 PT Kentanix Supra International
    14 PT Panca Muara Jaya
    15 PT Griya Protensa Karya Maju
    16 PT Dwikarya Langgeng Sukses
    17 Sinarmas Land
    18 PT Putra Adhi Prima
    19 PT Sinar Menara Deli
    20 PT Dimas Pratama Indah
    21 PT Pandega Citra Niaga
    22 PT Tiara Metropolitan Indah
    23 PT Cipta Pesona Karya
    24 PT Pesona Gerbang Karawang
    25 PT Wahana Centra Sejati
    26 PT Dinamika Alam Sejahtera
    27 PT Suryamas Duta Makmur Tbk
    28 PT Perdana Gapura Prima Tbk
    29 PT Gapura Inti Utama
    30 PT Megapolitan Gapura Prima
    31 PT Abadi Mukti
    32 PT Abadi Mukti Guna Lestari
    33 Gapura Prima Group
    34 PT Riscon
    35 PT Mitra Selaras Sejati
    36 PT Galuh Citarum
    37 PT Gunung Subur Sentosa
    38 Alam Sutera
    39 PT Bukit Jonggol Asri
    40 PT Rivela International
    41 PT Graha Biana Cikarang
    42 PT Sentul City Tbk
    43 PT Maha Karya Abadi Sejahtera
    44 PT Tanah Hufa
    45 PT Sarana Niasa Sejahtera
    46 PT Quarta Tata Kawasan
    47 PT HK Realtindo
    48 PT PP Property & Realty
    49 PT Danau Winata Indah
    50 PR Pardika Wisthi Sarana
    51 PT Trimita Propertindo
    52 PT Cempaka Sinergy Realty
    53 PT Koba Pangestu
    54 PT Amanzana Kencana
    55 PT Sartika Cipta Sejati
    56 PT Depok Cipta Sejati
    57 PT Propindo Seayu
    58 PT Jakarta Cipta Utama
    59 PT Kurnia Propertindo Sejahtera
    60 PT Elite Prima Hutama

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA


    Berita lainnya:
    Hujan Ekstrem di Jabodetabek hingga Pekan Depan

    Ahok Tak Minta Maaf, Kemenpora Kirim Somasi Kedua 

    Dolly Ditutup, Risma: Yang Melanggar Ditindak



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Avengers: EndGame, Ronde Dua Melawan Thanos

    Tim superhero yang dipimpin Captain America akan berlaga dalam Avengers: Endgame pada April 26 2019. Inilah episode akhir dari babak Infinity Saga.