Raskin di Sampang Tidak Layak Konsumsi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Sampang - Tim pendamping penyaluran beras untuk rakyat miskin (raskin) di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menemukan beras yang tidak layak konsumsi. Beras tak layak makan itu baru diketahui saat disalurkan kepada masyarakat. Di sejumlah kampung, tim juga menjumpai raskin dijual di atas harga eceran tertinggi (HET). Misalnya di beberapa desa di Kecamatan Omben.

    "HET raskin Rp 1.600 per kilogram. Tapi warga di Kecamatan Omben mengaku menebus raskin seharga Rp 1.700 per kilogram," kata anggota tim pendamping raskin Sampang, Zainuddin, Selasa, 10 Juni 2014.

    Zainuddin tidak merinci berapa banyak kasus raskin tidak layak konsumsi tersebut. Dia hanya berharap Pemerintah Kabupaten Sampang segera melakukan perbaikan pengawasan dan memperketat distribusi agar kasus raskin tidak layak konsumsi atau penjualan raskin di atas HET tidak kembali terjadi. "Dua masalah itu sudah sangat klasik, tapi kenapa terus terjadi?" ujarnya. (Baca juga: Tersangka Penggelapan Raskin di Sumenep Bertambah)

    Menurut Zainuddin, sejak 2012 dan 2013, tim pendamping selalu membuat laporan tertulis tentang berbagai temuan penyimpangan penyaluran raskin kepada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sampang. Namun sampai saat ini tidak solusi atau perbaikan nyata yang dilakukan pemerintah daerah. Zainuddin juga mengkritik kinerja sejumlah anggota tim pendamping raskin yang dia anggap sudah tidak sehat. "Harus dilakukan perbaikan dan pembenahan," katanya lagi.

    Kepala Dinsosnakertrans Sampang Malik Amrullah membantah semua ucapan Zainuddin. Menurut dia, penyaluran raskin di Sampang tidak ada masalah. Malik juga membantah soal kinerja tim pendamping yang tidak maksimal. Menurut dia, kerja tim pendamping sudah sesuai harapan. "Kalau kinerja tim pengawas tidak sehat, kan, dia (Zainuddin) sendiri anggotanya. Berarti kinerja dia, dong, yang tidak sehat," kata Malik. (Baca juga: Kajian KPK: Penyaluran Raskin Tidak Tepat Sasaran)

    MUSTHOFA BISRI

    Berita lainnya:
    Valid, Surat Rekomendasi Pemecatan Prabowo
    Jawab Roy Suryo via BBM, Ahok: Bro Kenapa Somasi? 
    Takmir Masjid Sesalkan Isi Pengajian Jafar Umar  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.