Sabtu, 17 November 2018

Dahlan Iskan Tunjuk Dirut Petrosea Pimpin Pindad

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jajaran panser Anoa 6x6 di bengkel perakitan PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/11). Panser tersebut akan melengkapi 165 unit panser yang telah dibeli oleh pemerintah dan negara lain. TEMPO/Prima Mulia

    Jajaran panser Anoa 6x6 di bengkel perakitan PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/11). Panser tersebut akan melengkapi 165 unit panser yang telah dibeli oleh pemerintah dan negara lain. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung -- Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menunjuk Sudirman Said menjadi Direktur Utama PT Pindad yang kosong hampir setahun. Kekosongan terjadi lantaran pejabat sebelumnya, Adik Avianto Soedarsono, diberhentikan pada 16 Agustus 2013.

    "Ini hari kedua saya ditugasi sebagai pemimpin di sini, direktur utama," kata Sudirman Said di depan wartawan di PT Pindad, Bandung, Jumat, 6 Juni 2014. (Baca: PT Pindad Targetkan Pendapatan Rp 2 Triliun)

    Terakhir Sudirman menduduki posisi Wakil Direktur Utama PT Petrosea, salah satu perusahaan pertambangan di bawah kelompok Indika Energy Group. Posisi itu dia pegang sejak Mei 2013. Surat keputusan pengangkatan menjadi bos PT Pindad diteken oleh Menteri BUMN pada 4 Juni 2014.

    Sudirman mengakui bahwa bisnis manufaktur senjata merupakan hal baru baginya. "Saya pernah mengurus bidang rekonstruksi dan minyak. Kemarin, saya mengurus perusahaan mining, sekarang masuk industri manufaktur, mungkin hal baru. Tapi, sebagian besar di level saya adalah soal-soal manajerial. Untuk yang sifatnya teknis dan produksi, saya punya tim yang kuat," kata dia.

    Berkaitan dengan pekerjaan barunya, Sudirman mengaku belum bisa bicara banyak, termasuk soal pengembangan PT Pindad ke depan. Namun, ia berjanji akan melanjutkan program-progam alih teknologi yang ditugaskan pemerintah pada perusahaan produsen senjata nasional. "Pak Dahlan memberi kesempatan penuh. Beliau tidak ingin memberikan intervensi terlalu banyak," kata Sudirman.

    Menteri Dahlan, ia melanjutkan, menyatakan bahwa PT Pindad bukan industri biasa. Untuk itu diperlukan kehati-hatian, sensitivitas, dan tetap harus berpikir bottom line. "Bagaimana pun juga, ini bisnis yang harus menciptakan laba. Menjaga keseimbangan itu bukan hal yang mudah," kata Sudirman, menirukan ucapan Dahlan.

    Adapun posisi direksi lainnya masih dipegang oleh pejabat lama. Direktur Produk Manufaktur dijabat oleh Tri Hardjono, yang sebelumnya sempat menjabat sebagai Plt Direktur Utama PT Pindad; Direktur Administrasi Keuangan Rita Widyawati;  Direktur Produk Sistem Senjata Ade Bagdja; serta Direktur Perencanaan dan Pengembangan Wahyu Utomo.

    Direktur Produk Manufaktur PT Pindad Tri Hardjono mengatakan dengan terisinya posisi direktur utama, maka PT Pindad bisa lebih fokus mengembangkan aktivitasnya. "Terutama di kompentensi produk-produk Pindad saat ini yang banyak mengerjakan produk-produk masa depan," kata dia.

    Tri mencontohkan, saat ini Pindad tengah menggarap sejumlah pesanan alutsista dari Kementerian Pertahanan serta pengembangan produk-produk non-militer, seperti komponen sistem kereta api. "Sistem pertahanan akan berkembang pesat. Kami harus mampu mengimbangi kebutuhan peralatan dan alutsista," kata Tri. (Baca: Pindad Jajaki Pasar Irak dan Uganda)

    AHMAD FIKRI


    Berita Lain
    Pelecehan Seksual, JIS Kecewa Dua Gurunya Diungkap
    Torres Siap Sambut Fabregas di Chelsea
    Bertemu Ahok, Sani: Bahas Kampanye Hitam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.