Minggu, 15 September 2019

Gus Ipul Anggap Wajar Sikap Rhoma Tolak Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Belum lama ini, Rhoma Irama dipanggil Panwaslu DKI Jakarta, untuk dimintai keterangannya mengenai ceramah berbau SARA terhadap pasangan Cagub/Cawagub, Jokowi-Ahok pada masa kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Agustus lalu. Tampak dalam foto Rhoma Irama (kiri) bersama Ketua Panwaslu DKI Jakarta, Ramdansyah (kanan). TEMPO/Tony Hartawan

    Belum lama ini, Rhoma Irama dipanggil Panwaslu DKI Jakarta, untuk dimintai keterangannya mengenai ceramah berbau SARA terhadap pasangan Cagub/Cawagub, Jokowi-Ahok pada masa kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Agustus lalu. Tampak dalam foto Rhoma Irama (kiri) bersama Ketua Panwaslu DKI Jakarta, Ramdansyah (kanan). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Ngawi - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mendukung sikap Rhoma Irama untuk bebas berpendapat. Menurut dia, seruan Rhoma Irama kepada penggemarnya untuk tidak mendukung calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Joko Widodo, merupakan hal yang lumrah dalam demokrasi.

    “Kita hormati saja, karena ini kan demokrasi,” kata Gus Ipul--sapaan akrab Saifullah Yusuf--di sela puncak peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat Ke-XI dan Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-42 Provinsi Jawa Timur di Ngawi, Selasa, 13 Mei 2014.

    Dalam demokrasi, menurut dia, setiap orang berhak berpendapat dan menyampaikan pikirannya. Karena itu, ia juga menganggap wajar ketika Rhoma Irama mundur dari Partai Kebangkitan Bangsa, setelah berkoalisi dengan PDIP. “Itu kan hak masing-masing,” ujar Gus Ipul.

    Hak berpendapat, kata dia, merupakan hak setiap warga negara. Tidak terkecuali para seniman dan musikus. (Baca: Ikang: Wajar, Rhoma Bermanuver Lewat Fan)

    Seperti diberitakan Tempo sebelumnya, vokalis band Slank, Akhadi Wira Satriaji alias Kaka, menilai sikap Rhoma Irama yang melarang para penggemarnya mendukung capres Jokowi bukanlah sikap bijak dari seorang raja dangdut. “Ini bukan Timor Leste, meski secara pribadi itu hak asasi seorang Rhoma Irama. Seharusnya, Bang Haji enggak perlu marah, harusnya lebih bijak, kan raja dangdut,” kata Kaka.

    Penyanyi dangdut Iis Dahlia juga menilai sikap Rhoma Irama itu tidak semestinya diungkapkan. “Sebagai kegiatan politik, sah-sah saja Bang Haji melakukan ini. Tetapi beliau harus bersikap bijak dan menyadari soal politik ada risikonya,” ujar Iis.

    Sementara itu, langkah raja dangdut itu mendapat dukungan dari Fans of Rhoma dan Soneta (Forsa) Jawa Timur. Pendukung fanatik Rhoma Irama ini akan berunjuk rasa di sekretariat mereka di Dusun Tanjung Dukuhan, Desa Tanjung, Kecamatan Kedamean, Gresik, pada Kamis, 14 Mei 2014.

    Ketua Forsa Gresik Ariel Kurniawan mengatakan unjuk rasa tersebut akan diisi dengan aksi teatrikal dengan menurunkan bendera PKB dan perobekan lambang PKB pada baliho Rhoma Irama. (Baca: Pendukung Rhoma Irama Bakal Turunkan Bendera PKB)



    NOFIKA DIAN NUGROHO


    Berita Terpopuler 
    Nabrak di Bundaran HI, Pengemudi BMW Tantang Polisi
    Tepis Fitnah Sara, Kiai NU Kampanye untuk Jokowi  
    Ini Skuad Resmi Inggris
    Jadwal Pemadaman Listrik Jakarta Hari Ini
    Hari ini, SBY Bertemu Prabowo dan Jokowi di Istana  
    Bank Mandiri Bantah Ada Pembobolan ATM  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.