Ternyata, Pemilih Ibu-ibu Tak Suka Rhoma Irama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster Capres Rhoma Irama. TEMPO/Subekti.

    Poster Capres Rhoma Irama. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Rhoma Irama ternyata menjadi calon presiden yang tidak disukai kalangan ibu rumah tangga. Berdasarkan hasil survei nasional yang dilakukan Charta Politika, hanya 1,8 persen para ibu yang memilih si raja dangdut sebagai presiden pada pemilihan mendatang. (baca:Survei: Capres Rhoma Irama Paling Tak Disukai)

    Calon presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo alias Jokowi, menempati posisi teratas sebagai calon yang paling disukai para ibu rumah tangga. Sebanyak 38,6 persen responden memilih Gubernur DKI Jakarta ini sebagai calon presiden mendatang.

    Sedangkan calon presiden dari Partai Golkar, Aburizal Bakrie, menempati posisi kedua dengan 13,1 persen sebagai calon yang bakal dipilih para ibu. Di posisi ketiga ditempati Prabowo Subianto calon presiden dari Partai Gerindra. Sebanyak 11,4 persen kalangan ibu rumah tangga memilih mantan Komandan Jenderal Kopassus TNI AD ini. (baca:Alasan Pemilih Perempuan Tak Suka Rhoma Irama)

    Sedangkan sebanyak 8,4 persen, memilih Wiranto, 4,7 persen menginginkan Jusuf Kalla, 2,7 persen menjatuhkan pilihan kepada Hatta Rajasa dan 2,4 persen memilih Dahlan Iskan.

    Direktur Utama Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan hasil survei menunjukan Rhoma Irama menjadi figur calon presiden yang paling tak disukai oleh publik. "Ini imej mengenai calon presiden yang paling tak disukai," ujarnya menjelaskan hasil survei, Rabu, 26 Maret 2014. (baca:Rhoma Irama Tak Percaya Hasil Survei)

    ANY

    Topik terhangat:
    MH370 | Kampanye 2014 | Jokowi | Prabowo | Dokter TNI AU

    Berita terpopuler lainnya:
    Terdeteksi 122 Obyek, Puing MH370?
    7 Media Ini Dituding Berpihak dan Tendensius
    Abraham Samad Bingung, Bisakah KPK Periksa SBY?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.