PT Pindad Targetkan Pendapatan Rp 2 Triliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memadati stand pameran yang memajang berbagai produk PT. Pindad pada pameran Hari Kebangkitan Teknologi Nasional  di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/8). TEMPO/Prima Mulia

    Pengunjung memadati stand pameran yang memajang berbagai produk PT. Pindad pada pameran Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/8). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Pindad Tri Hardjono mengatakan, tahun ini, perusahaanya menargetkan pendapatan Rp 2 triliun. "Meski sempat tergerus rugi kurs akibat anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Pindad masih bisa meraup pendapatan Rp 1,8 triliun pada 2013," katanya di Bandung, Rabu, 26 Maret 2014.

    Menurut Tri, target rencana kerja pemerintah sekitar  Rp 1,8 triliun sudah tercapai. Untuk mencapai target  itu, Pindad mengandalkan penjualan alat utama sistem senjata pesanan pemerintah. "Tapi kami juga tidak mengurangi order nonmiliter, seperti bahan peledak komersial, transprotasi, dan sebagainya," ujarnya.

    Tri  menyatakan, mulai tahun ini, Pindad akan melepaskan produk baru untuk sistem senjata dan amunisi  besar. Harapannya, kendaraan tempur produksi Pindak, Anoa, juga masih menjadi primadona TNI Angkatan Darat. "TNI AD masih membutuhkan cukup banyak alutsista untuk rencana pengembangan batalion infanteri mekanis," katanya.

    Pindak, kata Tri, harus menjaga keseimbangan dari dua program utamanya, yakni sebagai BUMN harus cari untung dan sebagai industri pertahanan harus bisa mandiri. Jadi, dalam lima tahun ke depan, penguatan bisnis nonmiliter harus terus tumbuh. "Ini yang sedang kita kejar dan kembangkan ke depan," ujarnya 

    Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsudin optimistis target pengerjaan pesanan pemerintah untuk menggenapi target modernisasi alutsista 2010-2014 tuntas tahun ini. “Saya kira sudah masuk target, tinggal mengirimnya, mendistribusikan hasil dari produksi ini. Kami punya (waktu untuk) memfinalkan sampai 5 Oktober 2014," katanya saat berkunjung ke PT Pindad, Bandung. Dia datang ke Pindad mewakili High Level Committee untuk mengecek perkembangan proyek modernisasi alutsista milik TNI.

    Menurut dia, target modernisasi alutsista pada Rencana Strategis 2010-2014 itu menjadi salah satu target kerja Kabinet Indonesia Bersatu jilid kedua. Komite tingkat tinggi  yang berasal dari unsur Kementerian Pertahanan, Bappenas, Kementerian Keuangan, dan BPKP bertugas mengecek pesanan alutsista pemerintah yang tengah digarap sejumlah BUMN Strategis Indonesia. “Kami mengecek kualitas pembiayaan, pengadaan, dan pengawasan, apa betul ini on the track atau under,” katanya.

    AHMAD FIKRI

    Terpopuler:
    Apa Dasar PM Najib Sebut Seluruh Penumpang MH370 Tewas?
    Dokter Tentara Dikeroyok 9 Perwira TNI AU di Yogya
    Mengapa Letnan Satu D Keroyok Dokter TNI AU?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.