Rabu, 14 November 2018

Calon Hakim MK: Mobil Saya Tidak Lima, Cuma Empat....  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis memainkan Barongsai saat aksi damai membawa pesan TRI TURA (Tiga Tuntutan Rakyak) di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, (21/01). Mereka menuntut agar pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilu presiden dalam waktu yang bersamaan. TEMPO/Dasril Roszandi

    Aktivis memainkan Barongsai saat aksi damai membawa pesan TRI TURA (Tiga Tuntutan Rakyak) di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, (21/01). Mereka menuntut agar pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilu presiden dalam waktu yang bersamaan. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makkasar Aswanto menjadi calon hakim konstitusi yang paling banyak melakukan klarifikasi atas tudingan miring yang disampaikan padanya. Salah satu tim pakar, Husni Umar menanyakan kebenaran kabar Aswanto memiliki lima kendaraan dan punya gaya hidup mewah yaitu kerap berjalan-jalan di luar negeri.

    "Mobil saya tidak lima cuma empat," kata Aswanto saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di kompleks parlemen, Senayan, Selasa, 4 Maret 2014. Aswanto lalu menjelaskan keempat mobilnya yaitu Mercedez seri C tahun 2000, Honda CRV, Honda Freed dan Daihatsu Terrios. "Bolehkah saya melakukan klarifikasi di bawah sumpah," kata dia sebelum menjawab sejumlah klarifikasi.

    Husni mengatakan, informasi mengenai gaya hidup Aswanto berasal dari publik. Dia mencontohkan isu ihwal ujian skripsi putri Aswanto yang tak boleh dihadiri mahasiswa lain, nepotisme ketika memasukkan nama anak saat mendaftar beasiswa Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, meloloskan adik sebagai Panitia Pengawas Sulawesi Selatan, hingga mengangkat kroni sebagai pejabat di lingkungan kampus. "Kalau tidak benar, katakan tidak benar," kata Husni.(baca:Calon Hakim Konstitusi Dikuliahi Pakar Tata Negara)

    Mengklarifikasi berbagai tudingan ini, Aswanto kembali ingin memberikan keterangan di bawah sumpah. Namun permintaan ini ditolak oleh Komisi Hukum. Dia pun memberikan berbagai jawaban atas tudingan itu. Ketika ujian skripsi, kata dia, pintu ruang ujian tetap terbuka. "Menurut saya ini adalah fitnah," kata dia.

    Terkait dengan adiknya yang menjadi Panitia Pengawas Pemilu Sulawesi Selatan, Aswanto punya jawaban. Menurut dia, adiknya sudah berpengalaman sebagai panitia pengawas di tingkat kabupaten. Sedangkan mengenai tudingan nepotisme memasukkan putrinya sebagai peraih beasiswa Dikti, Aswanto juga punya jawaban lain. "Yang menentukan layak atau tidak itu Dikti," kata dia. (baca:Pensiunan Dirjen Ini Jadi Calon Hakim Konstitusi)

    Husni juga mempertanyakan keterlibatan Aswanto dalam salah satu tim pemenangan Pemilu, di Kota Makassar. Aswanto mengakui dia menjadi tim hukum Pemerintah Kota Makassar. Salah satu calon, Ilham Arif Sirajuddin berkonsultasi padanya atas sejumlah masalah. Sebagai mantan Panitia Pengawas pada Pemilu 2004, "Mungkin mereka menganggap saya memahami masalah," kata dia.

    Ahmad Syafii Maarif, salah satu tim pakar berceletuk, "Anda tidak memiliki lima mobil tetapi empat, tidak sebanyak Wawan." Ucapan ini disambut tawa oleh peserta rapat dan wartawan yang hadir di ruang Komisi Hukum. Komisi Pemberantasan Korupsi memang menyita lebih dari 40 kendaraan Wawan alias Tubagus Chaeri Wardana, tersangka suap pemilukada Lebak.

    WAYAN AGUS PURNOMO

    Berita terkait
    Calon Hakim Konstitusi Ini Punya 11 Gelar Akademis
    Calon Hakim MK Dicecar Soal Jam Tidur
    Gagal Seleksi KPK, Franz Nekat Ikut Tes Hakim MK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.