Sambut SBY, Ratusan Siswa Diusir Lantaran Berteduh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono saat melakukan kunjungan ke Kuningan Islamic centre, di Kuningan, Jawa Barat, (4/2). TEMPO/Deffan De Purnama

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono saat melakukan kunjungan ke Kuningan Islamic centre, di Kuningan, Jawa Barat, (4/2). TEMPO/Deffan De Purnama

    TEMPO.CO, Pekalongan - Sekitar 100 siswa TK, SD, SMP, dan SMA yang menyambut kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di halaman International Batik Center (IBC) di Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, diusir polisi. Padahal seraturan pelajar tersebut berteduh lantaran hujan mengguyur Pekalongan.

    Ribuan siswa TK, SD, SMP, dan SMA harus menunggu di tepi jalan sejak pukul 08.00 WIB. Di bawah gerimis, mereka tetap setia menanti lewatnya iring-iringan mobil mewah yang membawa SBY dan sejumlah menteri dari Hotel Dafam di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Pekalongan, ke IBC. (Baca juga: Histeris, Pedagang Batik Kejar SBY-Ani Yudhoyono)

    Membawa bendera merah-putih kecil dari plastik, sebagian siswa itu tetap setia berdiri. Sebagian lain memilih berteduh di emper-emper toko. Sekitar pukul 08.30, gerimis bertambah deras. Seratusan siswa SMAN 1 Wiradesa dan SDN 1 Kepatihan yang semula berdiri di depan gerbang IBC merangsek ke halaman IBC dan berteduh di tempat parkir.

    Belum genap lima menit berlindung dari hujan, seratusan siswa itu langsung dihalau sejumlah polisi, TNI, dan satpam. Sebab, halaman IBC termasuk wilayah "steril". "Siapa tadi yang suruh masuk?" kata seorang polisi dengan satu balok kuning tersemat di pundaknya.

    Walhasil, para siswa itu harus pindah dan berjubel, berdesakan di teras deretan anjungan tunai mandiri di sudut timur IBC. "Pak polisi pakai jas hujan, kami tidak," kata Anis Afianti, siswi kelas X SMAN 1 Wiradesa. Keluhan serupa juga diucapkan sejumlah siswa SDN 1 Kepatihan yang tak paham arti kata "steril".

    Kepala SMAN 1 Wiradesa Sri Wahyuni tidak tahu siapa yang menyuruh sebagian siswanya masuk ke halaman IBC yang "terlarang". "Wajar kalau siswa ingin berteduh karena hujan," ujarnya. Berangkat dari sekolah sejak pukul 08.00, Sri Wahyuni mengajak 975 siswanya untuk menyambut SBY.

    "Hujan itu risiko. Saya juga kehujanan," kata seorang polisi berpangkat melati satu saat ditemui Tempo. Beruntung hujan hanya mengguyur sekitar lima menit sehingga para siswa itu kembali berjajar rapi di luar pagar IBC. Sekitar pukul 09.20, rombongan SBY masuk halaman.

    DINDA LEO LISTY

    Berita lain:
    SBY Beli Batik Tulis Klasik Rp 1 Juta
    SBY: Batik Gaya Hidup Sekarang
    Banjir di Istana Tak Usik Acara SBY di Pekalongan 
    Di Pekalongan, SBY Akan Temui Ulama dan Pengungsi
    PPI: SBY Ketua Umum Demokrat Paling Gagal  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H