Suami Khofifah Sudah Lama Menulis Hari Kematiannya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Khofifah Indar Parawansa. ANTARA FOTO/ Rudi Mulya

    Khofifah Indar Parawansa. ANTARA FOTO/ Rudi Mulya

    TEMPO.CO, Surabaya - Indar Parawansa, suami Khofifah Indar Parawansa, ternyata sudah merasa jika akan meninggal pada hari Rabu pukul 22.00. Firasat itu sering ia tulis dalam catatan harian ataupun whiteboard di rumahnya. "Itu sudah lama," kata Khofifah kepada Tempo, Kamis, 16 Januari 2014. "Beliau menulis di catatan harian, whiteboard, kalau meninggal hari Rabu jam 10, di usia 52 tahun. Bedanya ini di usia 53 tahun."

    Menurut Khofifah, sebelum ke Palu, Indar sempat memeriksakan diri ke Rumah Sakit Tebet untuk mengganti perban di kakinya. Luka Indar sudah beberapa waktu tak kunjung sembuh akibat penyakit diabetes yang dideritanya. Ketika ke RS Tebet, Indar ditemani seorang anaknya. "Setelah itu, ia menuju Cengkareng untuk berangkat tugas ke Palu, Sulawesi Tengah."

    Selasa sore, Indar sempat menghubungi Khofifah dan menyampaikan akan pulang Ahad, 19 Januari 2014. Namun pada Rabu malam, Khofifah mendapatkan kabar bahwa sang suami telah meninggal. "Saya waktu itu ada di forum. Jadi, yang menerima telepon anak saya, dapat kabar itu," ujarnya.

    Khofifah sendiri belum mengetahui pasti penyebab Indar meninggal. Jenazah Indar pun akan diterbangkan ke Surabaya dengan penerbangan pertama. Kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Wonocolo, sekitar pukul 15.00 nanti.

    Semula Indar pernah berkeinginan untuk dimakamkan di Palu yang merupakan tempat kelahirannya. Namun, atas kesepakatan keluarga, diputuskan bahwa almarhum dimakamkan di pemakaman umum yang dekat dengan orang tua Khofifah.

    Indar meninggal dalam kamar hotel di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Rabu, 15 Januari 2014 sekitar pukul 21.00 WITA. Ia menginap di hotel tersebut sejak Selasa, 14 Januari 2014. Ketika petugas hotel hendak menanyakan urusan administrasi pada Rabu malam dengan menghubungi telepon kamar, Indar Parawansa tidak merespons. Setelah kamar dibuka, petugas menemukan tubuhnya sudah terbujur kaku dan langsung melaporkan kejadian itu ke polisi.

    AGITA SUKMA LISTYANTI

    Terpopuler:

    Perawat Ini Orgasme Terus Selama 4 Hari
    Takut Ditahan, Eks Intel Israel Pergi dari Denmark
    Turis Denmark Diperkosa, Polisi Lakukan Penahanan
    Lagi, Satu TKI di Arab Saudi Meninggal
    Sunaryani Bebas dari Ancaman Hukuman Mati



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.