KPK Sita 31 Sepeda Motor Terkait Akil Mochtar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pita garis pembatas KPK terpasang di belasan mobil sitaan dalam dugaan pidana pencucian uang Akil Mochtar yang terparkir di areal parkir gedung KPK, Jakarta (29/11).  TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Pita garis pembatas KPK terpasang di belasan mobil sitaan dalam dugaan pidana pencucian uang Akil Mochtar yang terparkir di areal parkir gedung KPK, Jakarta (29/11). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menyita aset yang berada di bawah penguasaan Muhtar Ependy, orang yang diyakini menjadi tangan kanan bekas Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. Juru bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo, mengatakan penyidik lembaganya menyita 31 motor berbagai merek milik Muhtar.

    "Penyitaan itu terkait pencucian uang dengan tersangka AM (Akil Mochtar)," kata Johan melalui pesan pendek, Senin, 23 Desember 2013.

    Menurut Johan, seluruh kendaraan roda dua itu diambil dari lokasi milik Muhtar di daerah Cempaka Putih, Jakarta Pusat, hari ini. Sebelumnya, KPK sudah menyita tiga puluhan mobil yang diyakini berada di bawah penguasaan Muhtar. Diduga, Muhtar menggunakan uang hasil suap Akil sebagai modal untuk menjalankan bisnis jual-beli kendaraan.

    Tempo memperoleh kesaksian yang membongkar modus korupsi dan pencucian uang oleh Akil Mochtar dan Muhtar Ependy. Manipulasi putusan sengketa pemilihan kepala daerah di MK dilakukan dengan merusak dan mengubah rekapitulasi surat suara. (Baca pula: Penampung Duit Suap Akil Kembali Datangi KPK).

    Salah satunya, Muhtar diduga menerima Rp 25 miliar dari Calon Bupati Empat Lawang, Sumatera Selatan, Budi Antoni Al-Jufri, yang kalah dalam pemilu. Muhtar juga diduga menduplikasi dan memalsukan formulir C1 KWK yang berisi rekapitulasi suara yang disahkan KPUD Empat Lawang dan Panitia Pengawas, yang menjadi dasar Akil memutuskan Budi Antoni sebagai pemenang pemilihan dengan jumlah suara melampaui perolehan pemenang sebelumnya, Joncik Muhammad.

    Pada 2 Desember 2013, Muhtar diperiksa penyidik KPK untuk pertama kali sebagai saksi untuk Akil yang sudah jadi tersangka kasus dugaan suap di lingkungan MK. Sebelum diperiksa itu, Muhtar mengaku tak terlibat dalam korupsi atau pencucian uang Akil. Dicecar pertanyaan soal keterlibatan dia dalam kasus Akil, Muhtar langsung membuka sayembara.

    "Saya kasih tahu kalian, saya buat sayembara: barang siapa di seluruh Indonesia ini yang mengatakan saya menerima suap, makelar, dan sebagainya, saya beri Rp 1 miliar atau perusahaan konveksi saya di Cibinong, saya beri semua," kata Muhtar.

    MUHAMAD RIZKI | BUNGA MANGGIASIH

    Terpopuler


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.