15 Teman Heru di Bea Cukai Juga Berekening Gendut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Heru Sulastyono. dok TEMPO/Dinul Mubarok

    Heru Sulastyono. dok TEMPO/Dinul Mubarok

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Pelaporan dan Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf menyatakan, ada 16 pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang memiliki transaksi mencurigakan. Salah satu di antaranya adalah Heru Sulastyono, Kepala Sub-Direktorat Ekspor-Impor Bea dan Cukai, yang pekan lalu dicokok polisi karena menerima suap. Laporan itu sudah diserahkan ke kepolisian sejak 2011.

    Lambatnya penanganan perkara tersebut oleh kepolisian, menurut Yusuf, terganjal penyelidikan di lapangan. Asal-muasal uang tersebut sulit ditelusuri karena transaksi sebagian besar dilakukan dalam bentuk tunai. “Namun, dengan Undang-Undang tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, penegak hukum bisa lebih mudah memproses penyelenggara negara yang memiliki harta di atas kewajaran,” katanya kepada Tempo akhir pekan lalu.

    Laporan tersebut dibuat berdasarkan penelusuran PPATK sepanjang 2006-2010. Para pejabat tersebut bertugas di berbagai daerah, antara lain Papua, Jakarta, Surabaya, dan Kupang. Mereka juga memiliki rekening gendut yang berisi hingga puluhan miliar rupiah.

    Ditemui dalam kesempatan berbeda, bekas Kepala PPATK Yunus Husein mengatakan, jabatan pegawai di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang memiliki rekening gendut beragam. “Mulai dari tingkat direktur hingga eselon II,” katanya.

    Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Arief Sulistyanto mengaku sudah menerima laporan PPATK itu. Dari sejumlah nama yang dilaporkan, polisi baru dapat membuktikan satu orang, yaitu Heru, yang terindikasi korupsi. “Yang lainnya masih dalam penyelidikan,” katanya.

    Kecurigaan bahwa Heru tak bekerja sendirian diungkapkan oleh Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Vincentius Sony Loho. Namun ia enggan terburu-buru menyimpulkan karena harus melakukan pemeriksaan lanjutan. “Kami harus membuktikannya,” ujarnya.

    Heru dicokok karena diduga menerima suap Rp 11,4 miliar dari seorang pengusaha bernama Yusran Arif. Selain uang, Yusran memberikan dua mobil, yaitu Nissan Terrano dan Ford Everest. Menurut sumber Tempo, akumulasi transaksi di rekening Heru juga amat besar, hingga Rp 60 miliar.

    MARTHA THERTINA | AYU PRIMA SANDI | MAYA NAWANGWULAN | ALI HIDAYAT | DEWI RINA

    Topik Terhangat
    Roy Suryo Marah di Pesawat | Suap Bea Cukai | Buruh Mogok Nasional | Suap Akil Mochtar| Adiguna Sutowo |

    Berita Terpopuler:
    Terungkap, Ratu Atut Kerap Belanja Keliling Dunia
    Soal Belanja Mewah Ratu Atut, Ini Kata Keluarga
    Heboh Video Polisi Mabuk di Panggung Dangdut
    Masa Remaja Heru dan Sahabat yang Menangkapnya
    Hobi Belanja, Gaji Atut Tahun 2012 Rp 262 Juta 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.