Bayi Harimau Putih di Bali Zoo Tumbuh Sehat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang dokter hewan memeriksa salah satu anak Harimau Benggala (Royal Bengal Tiger) di Bali Zoo Park, Singapadu, Gianyar, Bali, (29/6). Tiga anak harimau yang masih berumur 18 hari itu merupakan generasi ketujuh dari pasangan harimau putih. Tempo/Johannes P. Christo

    Seorang dokter hewan memeriksa salah satu anak Harimau Benggala (Royal Bengal Tiger) di Bali Zoo Park, Singapadu, Gianyar, Bali, (29/6). Tiga anak harimau yang masih berumur 18 hari itu merupakan generasi ketujuh dari pasangan harimau putih. Tempo/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Gianyar--Bayi harimau 'putih' Bengal (Panthera tingris tigris) yang melahirkan di Bali Zoo, Kamis 22 Agustus 2013 tumbuh sehat. Bayi harimau bernama O'ne itu lahir dengan berat 1,8 kilogram. Saat ini berat badannya sudah mencapai 2,9 kilogram dan panjang 60 sentimeter.

    O'ne memiliki warna kulit belang, sama seperti induk jantannya, bernama Buntung, 9, sementara sang, Kartini, 10, ibu berkulit putih. "Induknya diletakkan di kandang kontrol menjadi satu dengan bayinya, agar mendapat perawatan yang intensif dari dokter hewan, sama seperti sang bayi," ujar Public Relations Executive Bali Zoo, Emma Kristina Chandra, Rabu 4 September 2013.

    Hingga usia dua bulan nanti, O'ne dipastikan akan mendapat asupan ASI murni dari induknya. Setelah itu, O'ne baru akan ditempatkan terpisah dan siap diperlihatkan kepada pengunjung Bali Zoo. Tim dokter Bali Zoo terus memantau setiap perkembangan O'ne.

    Selama masa menyusui, Kartini mendapat asupan gizi yang lebih banyak daripada biasanya, berupa vitamin dan 1 kilogram daging ayam setiap harinya.

    O'ne merupakan keturunan dari generasi kedelapan. Dia dilahirkan tunggal diantara 13 saudaranya yang lain. "Generasi-generasi sebelumnya pasti lahir lebih dari satu," kata Emma.

    Generasi pertama dari Kartini dan Buntung lahir di tahun 2008. O'ne dipastikan bisa memiliki adik, karena Kartini saat ini masih termasuk dalam usia produktif hingga usia 20 tahun. "Kalau di alam bebas, usia baik untuk melahirkan sampai 15 tahun," kata Emma.

    Jumlah populasi binatang dengan habitat asli India ini masih lebih tinggi dibandingkan Harimau Sumatera.

    KETUT EFRATA



    Terhangat:

    Jalan Soeharto | Siapa Sengman | Polwan Jelita

    Baca juga:
    Jokowi Siap Hadapi Gugatan Buruh
    Evaluasi Kinerja Karyawan Boleh Dibuka
    Haji Lulung: Ahok Jangan Celetak-celetuk Slengean
    Jaksa Selidiki Korupsi di Acara Anang-Ashanty


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.