Ada Miliaran Dana Pengadaan Buku di Daerah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tumpukan buku pelajaran di kantor penerbit CV Graphia Buana yang mencetak buku pelajaran SD bermateri porno di Jalan Tumenggung Wiradireja, Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor (10/7). Tempo/Sidik Permana

    Tumpukan buku pelajaran di kantor penerbit CV Graphia Buana yang mencetak buku pelajaran SD bermateri porno di Jalan Tumenggung Wiradireja, Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor (10/7). Tempo/Sidik Permana

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadaan buku pelajaran pendamping/pengayaan dan muatan lokal di daerah-daerah memang jadi lahan empuk untuk bisnis penerbitan. Peraturan memperbolehkan buku-buku kategori itu dijual langsung kepada sekolah sehingga tak perlu seleksi Badan Standardisasi Nasional Pendidikan. Rata-rata pemenang tender pengadaan buku pelajaran di daerah adalah perusahaan-perusahaan dari Jakarta.

    Gurihnya bisnis ini tampak dari miliaran rupiah anggaran pemerintah daerah yang dialokasikan untuk pengadaan buku sekolah. Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sumatera Selatan, Widodo, memastikan ada dana miliaran rupiah untuk buku sekolah di daerahnya.

    "Pemda mengalokasikan dana hingga Rp 5 miliar setiap tahunnya untuk penggandaan dan cetak ulang buku pelajaran yang telah direkomendasikan oleh Kementerian," kata Widodo kepada Tempo.

    Sementara di Sulawesi Tengah, nilainya juga mencapai miliaran rupiah. “Saya belum tahu persis berapa banyak jumlah bukunya. Tetapi nilai anggaran yang dikucurkan untuk itu senilai kurang-lebih Rp 2 miliar,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Poso, Sulawesi Tengah, Wangintowe.

    Di Magelang, Jawa Tengah, anggaran dari DAK untuk buku SD sebesar Rp 5,5 miliar dan untuk buku SMP sebesar Rp 4,8 miliar. Pengadaan buku SD sendiri terdiri dari buku pengayaan 870 judul, buku referensi 20 judul, serta buku panduan pendidikan sebanyak 50 judul. Sedangkan untuk pengadaan SMP terdiri dari buku pengayaan sebanyak 840 judul, buku referensi 80 judul, serta buku panduan pendidikan 50 judul.

    Di Papua juga serupa. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Papua, Elias Wonda, mengaku tidak tahu jumlah anggaran untuk pengadaan buku. Tapi yang jelas dananya besar. "Saya tidak hafal persis jumlahnya, itu ditangani bidang-bidang di dinas. Tapi pasti miliaran rupiah," katanya.

    Legitnya bisnis pengadaan buku sekolah inilah yang mengundang para petualang yang hanya ingin mencari duit dalam waktu singkat mencoba mengadu untung dengan berkedok menjadi penulis atau penerbit buku.

    PARLIZA HENDRAWAN | AMAR BURASE | JERRY OMONA | OLIVIA LEWI PRAMESTI | ASEANTY PAHLEVI



    Topik Terpanas:
    Anggita Sari
    | Bisnis Yusuf Mansur | Kursi Panas Kapolri | Hormon Daging Impor | Bursa Capres 2014

    Berita Terpopuler:
    Jokowi Blusukan: `Pemerintah Kebobolan`

    Dipaksa Minta Maaf, Ahok Telpon Haji Lulung

    Dahlan Iskan Bakal Calon Presiden dari Demokrat

    Pengacara Mario: KPK Jangan Umbar Wacana

    Jokowi Ikut Konvensi? Demokrat: Tidak Ingat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.