Putusan Supersemar, Harifin Tumpa Mengaku Bersalah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Harifin A. Tumpa. TEMPO/Jacky Rachmansyah

    Harifin A. Tumpa. TEMPO/Jacky Rachmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua majelis kasasi perkara perdata Yayasan Supersemar, Harifin A. Tumpa, mengaku bersalah dengan putusan Supersemar. Sebab, di dalam putusan itu terjadi salah ketik hukuman denda, yang seharusnya Rp 139,2 miliar tetapi tertulis angka Rp 139,2 juta.

    "Saya salah karena saya yang mengoreksi terakhir," kata Harifin saat dihubungi melalui telepon, Rabu, 24 Juli 2013. Dengan kelalaian tersebut, Harifin siap bertanggung jawab. "Karena itu tanggung jawab saya," kata dia.

    Meski mengaku keliru, Harifin mengelak jika dituding ada permainan sehingga terjadi salah ketik pada putusan hukuman denda tersebut. "Itulah bisa keliru, namanya juga manusia. Tidak sengaja," kata Harifin.

    Putusan kasasi Supersemar diketuk pada 28 Oktober 2010. Dalam putusannya, majelis yang ketika itu dipimpin ketua Harifin Tumpa dengan anggota Dirwoto dan Rehngena Purba menghukum Yayasan Supersemar membayar denda kepada negara sebesar US$ 315 juta (sekitar 3,15 triliun) dan Rp 139,2 juta. Kejaksaan Agung baru menerima putusan kasasi pada pertengahan Juni 2013. Namun Kejaksaan Agung tak bisa langsung mengeksekusi putusan tersebut karena terjadi kesalahan pengetikan. Kejaksaan pun akan mengajukan upaya hukum peninjauan kembali.

    ALI AKHMAD

    Topik Terhangat
    Bayi Kate Middleton
    |
    Front Pembela Islam | Bisnis Yusuf Mansur | Aksi Chelsea di GBK | Daging Sapi Impor

    Berita terkait:
    Dishub Dituding Biarkan Metromini Langgar Aturan
    Satu Korban Metromini Maut Meninggal

    Hamzah Haz Dukung Jokowi Nyapres


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.