Tersangka Hambalang Mengaku Diperas Mafia Proyek  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Teuku Bagus Muhammad Noor. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Teuku Bagus Muhammad Noor. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Teuku Bagus Muhammad Noor, mantan Direktur Operasional PT Adhi Karya, mengaku diperas oleh para mafia proyek terkait kegiatan pembangunan pusat olahraga Hambalang. Tersangka dalam proyek Hambalang ini juga mengaku diperalat oleh perusahaannya sendiri.

    "Saya diperalat Adhi Karya dan kami diperas dan diperalat oleh mafia proyek," kata Teuku Bagus seusai pemeriksaan di Gedung KPK, Jumat malam, 19 Juli 2013. Namun Teuku Bagus tak menyebut identitas mafia proyek yang dimaksudkannya.

    Pengacara Teuku Bagus, Hario Budi Wibowo, mengatakan telah melaporkan kepada KPK ihwal mafia proyek tersebut. "KPK akan membongkar sampai keakar-akarnya," kata Hario. Dia juga tak bersedia membeberkan identitas mafia proyek itu.

    Penyidik KPK memeriksa Teuku Bagus selama tujuh jam sebagai tersangka, namun penyidik belum menahannya seusai pemeriksaan. Dalam kasus ini, Teuku Bagus diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang pemberantasan korupsi.

    Dalam kasus serupa, bekas Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng, dan anak buahnya, Deddy Kusdinar, mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian, juga dijadikan tersangka. Keduanya diduga telah menyalahgunakan kewewenangan sehingga mengakibatkan kerugian negara pada proyek berbiaya Rp 2,5 triliun itu.

    Hario mengatakan penyidik mencecar kliennya dengan 23 pertanyaan seputar kewenangannya selaku kepala KSO PT Adhi Karya-PT Wijaya Karya, rekanan Hambalang. Penyidik, kata dia, dalam pemeriksaan tersebut belum menanyakan mengenai pertemuan di antara pimpinan proyek dan para vendor.

    "Belum ada (bukti baru), kemungkinan di pemeriksaan selanjutnya disinggung siapa yang berwenang dalam kasus ini dan bagaimana pertanggungjawaban internal di PT Adhi Karya." Hario mengatakan kliennya siap membantu KPK untuk membongkar korupsi Hambalang tersebut.


    GALVAN YUDISTIRA



    Berita Terpopuler:
    Yusuf Mansur Minta Maaf Langgar Aturan

    FPI Pusat Kirim Anggotanya ke Kendal

    FPI Dibubarkan? Ini Tanggapan Mabes Polri 

    Mengapa Jokowi Emoh Tambah Eskavator untuk Sungai?

    KPK Endus Mark-Up Proyek Jalan Pantura  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.