Jumat, 23 Februari 2018

World Hindu Summit Kembali Digelar di Bali

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 11 Juni 2013 17:50 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • World Hindu Summit Kembali Digelar di Bali

    Sejumlah Umat Hindu membawa benda-benda sakral ke laut dalam upacara Melasti di Pantai Purnama, Gianyar, Bali, (9/3). Umat Hindu menggelar ritual Melasti menjelang Hari Raya Nyepi tahun Saka 1935. ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Denpasar - Organisasi World Hindu Parisad (WHP) akan segera berfungsi menggantikan World Hindu Federation (WHF) untuk menyatukan umat Hindu di seluruh dunia. Hal itu akan dilakukan di ajang World Hindu Summit (WHS) yang akan digelar pada 13-16 Juni di Art Centre, Denpasar.

    Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Mayor Jenderal Sang Nyoman Suwisma mengatakan, keberadaan WHP telah diputuskan dalam WHS 2012. “Kami akan mengesahkan anggaran dasar, menetapkan program kerja, dan mengesahken kepengurusan,” katanya, Selasa, 11 Juni 2013.

    Keberadaan WHF otomatis hilang setelah setelah terjadinya kudeta rezim komunis di Nepal.

    Dorongan untuk membentuk WHP karena selama ini umat Hindu di dunia tidak memiliki organisasi naungan sehingga secara internasional dinilai kurang berperan. Selain WHP, pada pertemuan tahun 2012 juga diputuskan untuk mendorong pembentukan organisasi di tingkat nasional yang menjadi pilar WHP.Indonesiadiwakili oleh keberadaan PHDI.

    Dalam WHS di Art Centre, Denpasar juga merekomendasikan untuk menjadikanBalisebagai pusat Hindu dunia, serta pembentukan komite kerja yang diketuai oleh Rektor Universitas Udayana Made Bhakta.

    Suwisma membantah pembentukan WHP sebagai upaya menyeragamkan umat Hindu. Sebab, tradisi Hindu akan berkembang sesuai dengan kondisi masing-masing negara.
    "Kami akan mengayomi seluruh organisasi Hindu di dunia. Tapi tidak akan ada penyamaan dalam pelaksanaan keyakinan agama. Kearifan lokal tetap kita junjung tinggi dan hargai," ujar Suwisma.

    Menurut Suwisma, di Bali saja, ada banyak tradisi yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lain. Demikian pula dengan umat di luar Bali. Pihaknya hanya akan berusaha memberikan arah agar pelaksanaan upacara keagamaan tetap ramah lingkungan, bersih dan sehat. ”Sesuatu yang suci itu mestinya bersih dan sehat.”

    ROFIQI HASAN



    Terhangat:
    Priyo Budi Santoso | Rusuh KJRI Jeddah | Taufiq Kiemas


    Baca juga:

    Pemukul Pramugari Diambil Paksa dari Rumah Sakit

    Pemerintah Beri Jaminan untuk Pemukul Pramugari

    SMS Ini Beredar Sehari Sebelum Cebongan Diserang

    Hujat Nabi, Bocah Diberondong Pemberontak


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Rizieq Shihab, 11 Tuntutan dalam 9 Bulan

    Kabar kepulangan Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018 membuat banyak pihak heboh karena sejak 2016, tercatat Rizieq sudah 11 kali dilaporkanke polisi.