Minggu, 25 Februari 2018

Frans Magnis: Dipo Alam Wajib Bela SBY

Oleh :

Tempo.co

Rabu, 22 Mei 2013 13:56 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Frans Magnis: Dipo Alam Wajib Bela SBY

    Frans Magnis-Suseno, 77, Guru Besar Filsafat di STF Driyarkara Jakarta. ANTARA/Dodo Karundeng

    TEMPO.CO, Jakarta -Profesor bidang filsafat, Frans Magnis Suseno, menganggap sudah menjadi kewajiban bagi Dipo Alam selaku sekretaris kabinet untuk membela Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Adalah hak Pak Dipo Alam untuk memberikan pendapat, apalagi beliau wajib membela presiden," kata Frans Magnis melalui pesan singkatnya kepada Tempo, Selasa, 21 Mei 2013.

    Sekretaris Negara Dipo Alam mengomentari protes yang disampaikan Franz Magnis atas penghargaan World Statesman Award yang bakal diterima SBY dari Appeal of Conscience Foundation (ACF). "Jadi kata-kata Pak Magniz itu, maaf kata ya, dia matanya dangkal," kata Dipo di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2013. "Melihat Indonesia seolah-olah yang hanya ada di TV dengan adanya konflik-konflik begitu."

    Frans Magnis melalui surat keberatannya memprotes pemberian penghargaan dari lembaga yang berasal dari New York, Amerika Serikat itu dengan dua pertimbangan. Pertama, menurut Franz Magnis, SBY selama 8,5 tahun kepemimpinannya tidak pernah menyatakan kepada rakyat Indonesia untuk menghormati minoritas. Kedua, SBY tidak pernah melindungi kelompok yang menjadi korban kekerasan seperti dalam kasus Ahmadiyah dan Syiah yang dicap sesat oleh kelompok aliran keras.

    Menurut Frans Magnis, yang terpenting bagi Indonesia adalah mengakui terhadap identitas dan keutuhan kelompok minoritas. BIla penghargaan tetap diberikan kepada SBY, Franz Magnis menganggap hal tersebut mendiskreditkan klaim lembaga ACF yang menyebut diri, organisasi yang mempromosikan perdamaian, demokrasi, toleransi, dan dialog antarkepercayaan.

    ISMI DAMAYANTI

    Topik Terhangat
    Kisruh KJS
    | Menkeu Baru | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah

    DUNIA Terpopuler
    Tornado Susulan, Pemerintah Segera Evakuasi Warga

    10 WNI Selamat dari Amukan Tornado di Oklahoma

    Rekaman Paus Berdoa Usir Setan Dibantah Vatikan


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Billy Graham, Pendeta Penasehat Presiden Amerika Serikat, Wafat

    Billy Graham, pendeta paling berpengaruh dan penasehat sejumlah presiden AS, wafat di rumahnya dalam usia 99 tahun pada 21 Februari 2018.