KPK Tangkap Tangan Penyidik Pajak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah narapidana kasus korupsi dengan tangan terborgol berjalan menuju gerbong kereta  di Stasiun Gubeng, Surabaya, Rabu (1/16). Sebanyak 30 narapidana berbagai kasus korupsi dari 13 lapas dan rutan di Jawa Timur diberangkatkan menggunakan kereta eksekutif Argo Wilis menuju Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung yang ditetapkan sebagai lembaga pemasyarakatan korupsi. TEMPO/Fully Syafi

    Sejumlah narapidana kasus korupsi dengan tangan terborgol berjalan menuju gerbong kereta di Stasiun Gubeng, Surabaya, Rabu (1/16). Sebanyak 30 narapidana berbagai kasus korupsi dari 13 lapas dan rutan di Jawa Timur diberangkatkan menggunakan kereta eksekutif Argo Wilis menuju Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung yang ditetapkan sebagai lembaga pemasyarakatan korupsi. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap lagi seorang penyidik pajak yang sedang menerima uang suap. Sumber Tempo membenarkan penangkapan itu. "Ini baru saja kami tangkap. Kami sedang mengambil barang bukti lainnya," ujar sumber Tempo.

    Penyidik pajak yang dicokok komisi antirasuah itu bekerja di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta. Sang penyidik sebenarnya pegawai pajak Kantor Wilayah Jakarta Timur.

    Saat ditangkap tangan, penyidik pajak itu sedang menerima uang dari wajib pajak. "Besar uang suapnya di atas Rp 2 miliar," kata sumber Tempo lagi.

    Bulan lalu seorang pegawai pajak, Pargono Riyadi, juga ditangkap. Dia dicokok saat menerima suap Rp 125 juta di sekitar Stasiun Gambir, Jakarta.

    Sebelumnya, pegawai pajak lainnya Dhana Widyatmika juga  ditahan Kejaksaan Agung sebagai tersangka kasus korupsi, 17 Februari 2012. Ia bersama istrinya, Dian Anggraeni, yang juga pegawai Direktorat Jenderal Pajak, memiliki rekening berisi duit Rp 60 miliar. Uang itu tersimpan pada sejumlah rekening di 18 bank dalam bentuk rupiah dan dolar. Dhana divonis 10 tahun penjara.

    SETRI

    Topik Terhangat:
    PKS Vs KPK
    | E-KTP |Vitalia Sesha |Ahmad Fathanah |Perbudakan Buruh





     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.